Bisnis dan Ekonomi

Maskapai Penerbangan Terus Naikkan Tarif, Asperindo Ancam Stop Pengiriman Kargo

Naiknya tarif kargo yang telah berkali-kali dilakukan pihak maskapai penerbangan, membuat Asperindo sepakat melakukan aksi nyata melawan

Maskapai Penerbangan Terus Naikkan Tarif, Asperindo Ancam Stop Pengiriman Kargo
TRIBUN MEDAN/AYU PRASANDI
Ketua Umum Asperindo, M Feriadi bersama para pengurus Asperindo saat menjelaskan keberatan akan kenaikan SMU 

TRIBUNKALTENG.COM, MEDAN - Naiknya tarif kargo yang telah berkali-kali dilakukan pihak maskapai penerbangan, membuat Asperindo sepakat melakukan aksi nyata melawan kenaikan tarif kargo udara tersebut.

Ini diputuskan seusai Asperindo mengadakan Rapat Pleno pertama di tahun 2019 dan menjadi Rapat Pleno Akbar karena dihadiri oleh para ketua atau perwakilan DPW Asperindo dari berbagai daerah di seluruh nusantara, baik dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. 

"Kenaikan tarif kargo udara sudah sangat menekan perusahaan anggota Asperindo dari segi biaya operasional. Bahkan kenaikan tertinggi mencapai 330 persen seperti yang terjadi di Sumatera Utara(Sumut)," ujar Sekretaris Jenderal Asperindo, Amir Syarifudin.

Kardus Makanan Bergerak-gerak, Isinya Bikin Kaget Petugas Kargo Bandara

VIDEO: Usai Operasi, Titi Wati Wanita Tergemuk di Kalteng Rasakan Hal Beda Ini

Oleh karena itu, ia menjelaskan, para anggota Asperindo sepakat untuk mengambil langkah lanjutan sebagai bentuk penolakan terhadap kenaikan tarif kargo udara.

"Terkait dengan langkah Asperindo serta hasil kesepakatan anggota pada Rapat Pleno Akbar, Asperindo membentuk tim Pokja khusus yang akan fokus menangani permasalahan ini," jelasnya, Senin (21/1/2019).

Ia menerangkan, kemudian karena surat resmi ke tingkat kementerian tidak mendapatkan tanggapan, maka Asperindo juga sepakat untuk melakukan eskalasi dengan mengirimkan surat resmi langsung kepada Presiden Joko Widodo.

"Hal terakhir yang menjadi kesepakatan seluruh anggota Asperindo adalah melakukan aksi nyata. Jika Bapak Presiden pun tidak memberikan perhatian, maka kami akan berupaya maksimal dengan melakukan aksi nyata berupa melakukan stop pengiriman via kargo udara di tanggal dan jangka waktu yang belum ditentukan," terangnya.

Ia menuturkan, tentunya, dengan berbagai pertimbangan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Langkah tersebut semata-mata bertujuan agar pemerintah pusat memberikan perhatian khusus dan menindaklanjuti permasalahan kenaikan tarif kargo udara, karena berlawanan dengan Nawacita Pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan biaya logistik," tuturnya.

Ia mengungkapkan, logistik saat ini bukan hanya terkait jalur laut dan darat, tapi juga udara. Pihak yang terdampak dari kenaikan tarif kargo udara ini, bukan hanya para anggota Asperindo sebagai perusahaan jasa pengiriman ekspres dengan konsumennya yang termasuk para UKM dan pelaku e-commerce, tapi juga industri dengan komoditi berupa perishable goods.

"Industri yang membutuhkan pendistribusian cepat tersebut, seperti industri hasil laut, pertanian, dan sebagainya, yang berperan besar terhadap perekonomian, sehingga Pemerintah pusat sangat diharapkan perhatiannya," ungkapnya.

Ia mengatakan, seluruh langkah yang Asperindo jalankan juga sebagai dukungan nyata terhadap seluruh pelaku UKM, e-commerce, dan industri yang bergantung pada pengiriman via jalur udara.

(pra/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Asperindo Ancam Stop Pengiriman Kargo Bila Surat yang Dikirim ke Presiden Joko Widodo Tak Ditanggapi, http://medan.tribunnews.com/2019/01/21/asperindo-ancam-stop-pengiriman-kargo-bila-surat-yang-dikirim-ke-presiden-joko-widodo-tak-ditanggapi.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved