Titi Wati Wanita Tergemuk Kalteng

Usai Operasi Pemotongan Lambung, Tubuh Titi Wati Normal Kembali? Begini Penjelasan Dokter

Ronius mengatakan, selama perawatan makanan pasien akan diperhatikan oleh dokter gizi sehingga pola makannya bisa diatur dengan baik.

Usai Operasi Pemotongan Lambung, Tubuh Titi Wati Normal Kembali? Begini Penjelasan Dokter
tribunkalteng.com/faturahman
Titi Wati (37) hingga, Kamis (10 1 2019) masih tengkurap di kamar rumahnya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pascaoperasi bariatrik, Titi Wati (37), penderita obesitas dengan bobot 220 kilogram, terus dipantau kondisinya leh pihak rumah sakit umum daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Namun setelah operasi, mungkinkah tubuh Titi Wati bisa normal kembali usai operasi pemotongan lambung (Bariatrik)?

Dokter Bedah Digesif RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya, dr Ronius, mengatakan kemungkinan kembali normalnya tubuh Titi Wati bisa saja terjadi.

"Seiring perawatan nantinya sangat dimungkinkan tubuhnya bisa normal kembali," ujar dr Ronius.

8 Dokter Bahas Operasi Wanita Berbobot 220 Kg di Palangkaraya, Begini Kondisi Terakhir Titi Wati

Debat Perdana Pilpres 2019: Jokowi Mendominasi Pembicaraan, Maruf Amin Banyak Bilang Cukup

Perawatan seperti apakah yang akan dijalani Titi Wati?

Ternyata masih ada dua kali operasi bedah lagi terhadap Titi Wati, yakni operasi bypass dan operasi lemak serta mungkin juga operasi plastik.

"Bisa saja nantinya akan ada upaya sedot lemak tetapi itu melihat perkembangannya nanti. Yang jelas paskaoperasi pemotongan lambung ini waktunya masih cukup lama dalam melakukan operasi Bypass, dan operasi lemak.

Ronius mengatakan, selama perawatan makanan pasien akan diperhatikan oleh dokter gizi sehingga pola makannya bisa diatur dengan baik.

Pelaksanaan operasi pengecilan lambung atau Bariatrik terhadap Titi Wati oleh tim dokter dari Bali dan Kalimantan Tengah yang jumlahnya mencapai sepuluh orang yakni dari Bali enam orang dan dari Kalteng empat orang.

Dokter dari Kalimantan Tengah yakni spesialis bedah digestif satu orang, spesialis anastesi dua orang, satu dokter bedah sedangkan dari Bali enam orang dokter yakni, ahli bedah digestif konsultan, anastesi dan anastesi intensif care dan dokter bedah dua orang serta juga ada dokter rawat bedah.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved