Kabar Palangkaraya

Dinkes Ragukan Khasiat Obat Herbal di Kalteng, Banyak Belum Teregistrasi

Peredaran obat-obatan herbal ternyata banyak belum teregister dari Balai Pengawasan.

Dinkes Ragukan Khasiat  Obat Herbal di Kalteng, Banyak Belum Teregistrasi
banjarmasin post group/ faturahman
Pertemuan Kepala Balai POM RI, Penny K. Lukito dengan Pemprov Kalteng untuk kunjungan kerja dalam rangka peningkatan pengawasan obat dan makanan di Provinsi Kalimantan Tengah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Peredaran obat-obat herbal tradisional yang dijual secara bebas dipinggiran jalan atau pertokoan di Kota Palangkaraya dan kabupaten di wilayah Kalimantan Tengah, menjadi sorotan Dinas kesehatan setempat.

Peredaran obat-obatan tersebut setelah dilakukan pengecekan oleh Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah ternyata belum  teregister dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) setempat sehingga bisa membahayakan bagi kesehatan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul, saat melakukan pertemuan dengan Kepala Balai POM RI, Penny K. Lukito saat melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka peningkatan pengawasan obat dan makanan di Provinsi Kalimantan Tengah.

Pasca Operasi, Titi Masih Belum Bisa Bergerak di Ranjang Operasi

Vanessa Angel Dijerat UU ITE, Terancam Hukuman Maksimal 6 Tahun Penjara

Senin, Vanessa Angel Dipanggil Sebagai Tersangka Kasus Prostitusi Artis

Suyuti mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap obat-obatan tradisional herbal yang banyak dijual di pasaran, ternyata kebanyakan belum memiliki registrasi dari Balai POM, sehingga banyak warga yang mempertanyakan kepada pihaknya.

"Kami berharap obat herbal yang banyak dijual di pasaran bisa diberikan register, tentu pihak Balai POM melakukan pemeriksaan kandungan terhadap khasiat jamu atau obat herbal yang dijual tersebut , sehingga bisa diketahui apakah khasiat yang ditulis dalam kemasannya benar adanya, karena bagi kami itu meragukan, dan mungkin saja bisa berdampak bagi kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, beberapa warga yang suka mengonsumsi obat herbal yang di jual dipasaran mengatakan, tidak pernah memperhatikan register dari obat, karena selama ini obat-obatan semacam itu memang sudah lama dijualnya dan ada khasiatnya." Soal register kamu memang tidak memperhatikannya," ujar Amril salah satu pengguna obat herbal. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved