Kabar Kalsel

Sungai Tapin Tewaskan Santri Pondok Pesantren Assuniyah

Santri Pondok Pesantren Assuniyah itu ditemukan tak bernyawa, Senin (14/1/2019) sekitar pukul 17.30 Wita

Sungai Tapin Tewaskan Santri Pondok Pesantren Assuniyah
banjarmasinpost.co.id/ibrahim ashabirin
Debut Sungai Tapin meningkat dan menyebabkan korban jiwa di Sungai itu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI- Muhammad Syarif Hidayatullah (18) menjadi korban kuatnya arus Sungai Tapin.

Santri Pondok Pesantren Assuniyah itu ditemukan tak bernyawa, Senin (14/1/2019) sekitar pukul 17.30 Wita.

Informasi dihimpun, korban diduga tenggelam di Sungai Tapin saat ingin mengangkat mesin sedot.

Sebelumnya, korban diminta ibunya untuk mengangkat mesin sedot air yang dipasang di lanting. Lanting itu berada di Sungai Tapin, sekitar pukul 16.00 Wita.

Satu Teknisi Selamat dan 15 Tewas Saat Pesawat Kargo Militer Jatuh di Iran

Jelang Milenial Road Safeti Festival, Polda Kalteng Gelar Persiapan

Usulan Tiga Rute Baru ke Bandara Tjilik Riwut Belum Disejui

H Ibnu Mulkan, Kepala Desa Rantau Bujur, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, membenarkan satu warganya tenggelam di Sungai Tapin.

Menurut H Ibnu Mulkan, korban awalnya diminta mengambil mesin sedot. Orangtunya khawatir tidak kembali ke rumah.

"Firasat tak nyaman, korban dicari sekitar lanting ditemukan di bawah lanting. Saat diangkat sudah dalam kondisi tak bernyawa," katanya.

Soal Kabar Rencana Pernikahan Sule dan Naomi Zaskia, Rizky Febian Katakan Ini

Menurut H Ibnu Mulkan, korban diduga tergelincir saat ingin mengambil mesin sedot, kemudian tak mampu berenang melawan kuatnya arus Sungai Tapin.

"Saya selaku Kepala Desa memohon bantuan Pemerintah Kabupaten Tapin. Sebab kematian korban ini akibat musibah banjir dan keluarga korban juga termasuk kurang mampu," katanya. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved