KaltengPedia

Masjid Raya Darussalam, Megah dengan Motif Khas Dayak Berpadu Ornamen Timur Tengah

Dalam menjaga kekhasan agar bangunan tersebut tidak meninggalkan kearifan lokal dibuatlah peraturan daerah yang mewajibkan ada motif khas daerah

Masjid Raya Darussalam, Megah dengan Motif Khas Dayak Berpadu Ornamen Timur Tengah
tribunkalteng.com/faturahman
Masjid Agung Darusslam di Jalan G Obos Palangkaraya, Kalimantan Tengah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kota Palangkaraya bersinergi untuk terus melakukan pembangunan diberbagai bidang dalam mempercantik Kota Cantik Palangkaraya.

Pembangunan tersebut tentunya fasilitas umum seperti bandara, jalan, gedung pemerintahan hingga tempat ibadah seperti masjid.

Dalam menjaga kekhasan agar bangunan tersebut tidak meninggalkan kearifan lokal dibuatlah peraturan daerah yang mewajibkan ada motif khas daerah (dayak) dalam pembangunanya.

Puluhan Ribu Jamaah Kumpul di Masjid Raya Darussalam, Ustadz Somad Ungkap Alasannya ke Palangkaraya

Aktor Torro Margens Dikabarkan Meninggal Dunia

Salah satu bangunan yang sangat kental motif daerahnya adalah Masjid Raya Darussalam yang berada di Jalan George Obos Kawasan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangkaraya.

Masjid ini telah dibangun sejak tahun 1984-an diatas lahan tanah seluas 5 hektar. 

Memasuki Masjid Raya Darussalam para jamaah akan melewati gerbang masjid dengan dua jalur jalan yang dibelah oleh hiasan kaligrafi kalimat tauhid yang didesain menggunakan model khath Khafi yang menyimbolkan tentang ketauhidan untuk Islam dan merah putih untuk Indonesia.

Salah satu pengurus Masjid Agung Darusalam Khairil Anwar, mengatakan, bangunan masjid tesebut campuran etnik lokal dan timur tengah, dengan model arsitektur kubahnya berbentuk tajam dan berlapis tiga. 

Pada bagian pojok teratas terdpat simbol tulisan ‘Allah’ berbingkai segilima. Selain itu, pintu masjid pun berbentuk tajam dengan lantai keramik yang berwarna merah putih.

Alasan lain dari warna merah putih tersebut karena masjid Agunng Palangkaraya merupakan salah satu dari 999 masjid yang telah dibangun oleh Yayasan Amal Bakti Musim Pancasila (YAMP).

Uniknya, masjid ini juga terdapat tameng atau perisai khas dayak Kalteng yang dibangun dengan ukuran raksasa dibagian luarnya sehingga sangat tampak perpaduan arsitektur lokal dan timur tengah, dilengkapi dengan lampu sorot yang menambah indah bangunan tersebut.

Masjid Raya Darussalam memiliki tiga lantai terdiri dari lantai satu yang digunakan sebagai fasilitas perkantoran. Ruangan di lantai satu tersebut memiliki luas mencapai 1.017 meter persegi. Pada lantai dua dan tiga memiliki luas mencapai 2.028 meter persegi.

Masjid ini mampu menampung jamaah hingga 5.000 jamaah. Luas halaman masjid mecapai 3.442,5 meter persegi yang dapat menampung jamaah hingga 15.000 jamaah yang kerap dipakai jemaah saat salat Iedul Fitri dan Iedul Adha,jemaah hingga meluber ke halaman masjid.

Dalam pembangunan masjid Agung Darussalam ada 15 teknisi dari Jakarta, terutama saat membangun kubah masjid yang berdiameter 32 meter dan dirancang dengan metode terbaru sehingga terlihat sangat modern dengan desain yang begitu megah dan mewah. Juga terdapat kubah pendamping serta adanya menara setinggi 114 meter. (TRIBUNKALTENG.COM/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved