Digarap Multiyears, Tahap Awal Pembangunan Jalan Bukitrawi Dialokasi Rp 65 Miliar

Jalan banjir sejauh lima kilometer di Desa Bukitrawi tersebut merupakan jalan penghubung trans kalimantan poros tengah

Digarap Multiyears, Tahap Awal Pembangunan Jalan Bukitrawi Dialokasi Rp 65 Miliar
tribunkalteng.com/faturahman
Jalan Palangkaraya tujuan Gunungmas, hingga sejumlah kabupaten di DAS Barito, tepatnya di Desa Bukitrawi (Pulangpisau) Kalteng saat terendam, sehingga terjadi antrean panjang kendaraan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Jalan dilanda banjir sejuah lima kilometer yang kerap terjadi di Desa Bukitrawi, Kabupaten Pulangpisau, Kalimantan Tengah, tahun 2019 ini mulai ditangani oleh Pemerintah Pusat dengan membangun jalan layang.

Kepastian pembangunan jalan layang atau fileslap itu diungkapkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, kepada pers, setelah ada kepastian pembangunanya yang mulai dilaksanakan dalam tahun 2019 ini.

Jalan banjir sejauh lima kilometer di Desa Bukitrawi tersebut merupakan jalan penghubung trans kalimantan poros tengah yang selama ini digunakan warga untuk bepergian dari Palangkaraya menuju,Banjarmasin (Kalsel) dan menuju Gunungmas, Buntok, Muara Teweh, Tamiyang Layang maupun ke Purukcahu.

Pengendara merasa direpotkan dengan kondisi banjir tersebut, sehingga, jika banjir parah maka sepeda motor terpaksa menggunakan kapal kelotok untuk diseberangkan melalui parit yang ada di pinggiran jalan, dengan melintasi banjir yang merendam jalan dengan membayar dana tetentu.

Cuit Pernyataan soal Afghanistan, Presiden Donald Trump Dihujat di Twitter

"Kami biasanya naik kelotok , demikian juga dengan kendaraan sepeda motor, juga naik kelotok dengan membayar hingga Rp50 ribu sekali berlayar untuk menghindari banjir. Tentu jika jalan diperbaiki tidak perlu mengeluarkan uang lagi," ujarnya, Kamis (3/1/2019).

Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran , memastikan pembangunan jalan layang untuk menghindari banjir di Jalan Bukitrawi akan dilaksanakan mulai tahun ini dengan dana Rp65 miliar dikerjakan berrahap dengan cara multiyears.

"Tahun ini dikucurkan dana Rp65 miliar, dan tahun berikutnya juga demikian yang diperbaiki sejauh 3,5 kilometer yang merupakan jalur paling parah dilanda banjir.Jalur Palangkaraya- Buntok tidak akan banjir lagi kedepannya dengan pembangunan tersebut," ujarnya.

Pengendara Bisa Pakai Dua Jalur

PEMBANGUNAN Jalan terendam banjir di Bukitrawi, Kabupaten Pulangpisau, Kalteng dengan cara membangun jalan layang yang akan dilakukan secara bertahap pada titik jalan yang paling parah sejauh tiga kilometer juga tetap akan memanfaatkan jalan lama yang terendam banjir.

2019 Mulai Dibangun, Jalan Poros Tengah Trans Kalimantan Bukitrawi Dibiayai Pusat

Link Hasil CPNS 2018 di 33 Instansi, dari Kemenkes, Kemenkumham Hingga Kemenkeu

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kalimantan Tengah, Salahuddin, saat dikonfirmasi terkait pembangunan jalan layang di Desa Bukitrawi, Kabupaten Pulangpisau mengatakan, jalan dilokasi rawan banjir tersebut bisa dipakai untuk dua jalur.

Dia mengaskan, akan ada dua jalur jalan yang bisa dipakai di lokasi banjir sejauh tiga kilometer tersebut, yakni jalan layang dibagian atas dan jalan biasa pada bagian bawah juga bisa dimanfaatkan, sehingga ada dua jalur yang bisa dipakai, saat tidak terjadi banjir.

"Kami juga masih melakukan pembebasan lahan untuk lokasi rawan banjir tersebut, karena pembangunan jalan layang juga tetap memfungsikan jalan lama yang ada di bagian bawah.Tentu harapannya dua jalur tersebut bisa dipakai pengendara yang melintas lokasi tersebut," ujarnya.
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved