Sebut Selat Sunda Rawan Bencana, Tulisan Kabid BMKG Ini Trending

Tulisan Kabid BKMG yang mengungkap potensi Tsunami Selat Sunda setelah terjadinya Tsunami Banten dan Tsunami Lampung, menjadi trending.

Sebut Selat Sunda Rawan Bencana, Tulisan Kabid BMKG Ini Trending
Tribun Lampung/Noval Andriansyah
Personel Basarnas Lampung berada di tengah lokasi terparah yang terdampak tsunami di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu, 23 Desember 2018. 

TRIBUNKALTENG.COM - Tulisan Kabid BKMG yang mengungkap potensi Tsunami Selat Sunda setelah terjadinya Tsunami Banten dan Tsunami Lampung, menjadi trending.

Bagaimana tulisan Kabid BKMG yang mengungkap potensi Tsunami Selat Sunda setelah terjadinya Tsunami Banten dan Tsunami Lampung.

Bencana tsunami yang terjadi di perairan Selat Sunda meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat Indonesia.

Hingga hari Selasa (25/12/2018) pukul 13.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal mencapai angka 429 orang.

Putri Aa Jimmy Ditemukan Pencari Korban Tsunami Banten & Lampung, Begini Reaksi Keluarga Mertua

Oknum TNI Tembak Letkol Dono Kuspriyanto, Diduga Dalam Keadaan Mabuk

Jumlah tersebut mencakup daerah Kabupaten Serang, Pandeglang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus.

Dari kelima kabupaten tersebut, Kabupaten Pandeglang menjadi daerah paling parah terdampak tsunami.

Data korban meninggal dunia di wilayah tersebut adalah yang paling banyak, yakni 290 jiwa.

Mengutip dari Kompas.com, "Kalau dilihat dari tingkat kerusakan, Pandeglang paling parah, 290 orang meninggal dunia. Lampung selatan 108 orang, Kabupaten Serang 29 orang, Pesawaran dan Tanggamus masing-masing 1 orang," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018).

Selain korban meninggal, tercatat 1.485 korban luka dan 154 dinyatakan hilang.

Sebanyak 16.802 orang juga masih mengungsi di sejumlah daerah.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved