Kasus Dana Hibah Kemenpora

Ruang Kerja Imam Nahrawi Digeledah KPK Dari Siang Sampai Sore

Ruang kerja Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi pun tidak luput dari penggeledahan petugas KPK.

Ruang Kerja Imam Nahrawi Digeledah KPK Dari Siang Sampai Sore
tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Juru Bicara KPK Febri Diansyah 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami Kasus dana hibah di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.

Ruang kerja Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi pun tidak luput dari penggeledahan petugas KPK.

Selain ruang kerja Menpora, KPK turut menggeledah ruang kerja deputi serta kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Danau Galian di Bumi Perkemahan Lemdikada Minta Korban, Dua Bocah Tewas Tenggelam

Via Vallen Diperiksa Polda Jatim Terkait Kasus Kosmetik Ilegal, Ditanya Seputar Hal Ini

Namanya Disebut Andi Darussalam Terlibat Pengaturan Skor, Maman Abdurahman Bilang Begini

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penggeledahan dilakukan pada hari ini dari siang sampai sore.

"Tadi saya dapat update dari tim penyidik, dilakukan penggeledahan di 2 lokasi di kantor Kemenpora dan kantor KONI. Ada sejumlah ruangan yang digeledah, mulai dari ruangan asisten deputi, ruang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan ruang Menpora," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2018).

Dari sejumlah lokasi penggeledahan, ungkapnya, tim penyidik menemukan cukup banyak dokumen-dokumen terkait hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke KONI.

"Tentu akan kami pelajari dokumen-dokumen tersebut. Ada proposal-proposal hibah juga yang kami amankan dan sita untuk dipelajari dalam proses penyidikan untuk kebutuhan pemeriksaan saksi-saksi terkait perkara ini," ujarnya.

Kemudian dari ruang kerja Menpora Imam sendiri, tim penyidik mengamankan sejumlah proposal dan dokumen hibah.

"Karena proses pengajuan proposal ada alurnya, mulai dari pihak pemohon diajukan ke Menpora," kata Febri.

"Menpora bisa langsung mempertimbangkan atau mendelegasikan atau mendisposisikan misalnya, dan bagaimana proses berikutnya disetujui atau tidak disetujui perlu kami temukan secara lengkap," imbuhnya.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved