Deputi Kemenpora dan Sekjen KONI Tersangka, Ini 4 Fakta dari OTT KPK

Uang tersebut ditemukan dalam bungkusan plastik saat tim KPK bergerak ke kantor KONI.

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Selasa (18/12/2018) kemarin.

KPK menyasar sejumlah titik, seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) dan kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Dalam OTT itu, KPK mengamankan 12 orang. Namun dari 12 orang itu, hanya 5 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

OTT Pejabat Kemenpora dan KONI, KPK Amankan 9 Orang

Pemuncak Klasemen Liga Jerman Pekan ke-16 Borussia Dortmund Kalah untuk Pertama Kalinya

Berikut adalah rangkuman Kompas.com terkait fakta-fakta hasil OTT KPK tersebut:

1. Deputi IV Kemenpora dan dua pengurus KONI tersangka

KPK menetapkan Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Mulyana sebagai tersangka.

Selain itu, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanto juga menjadi tersangka. Ketiganya diduga sebagai penerima suap.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy sebagai tersangka. Keduanya diduga sebagai pemberi suap.

2. Diduga terima suap uang Rp 100 juta hingga mobil mewah

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menjelaskan, Mulyana diduga menerima uang dalam kartu ATM dengan saldo sekitar Rp 100 juta.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved