Kalteng Kita

Listrik Byarpet Dikeluhkan Warga Kalteng, Ini Penjelasan PLN

Beberapa warga bahkan datang ke PLN yang mengharapkan agar jangan ada pemadaman listrik selama jelang natal dan tahun baru, agar

Listrik Byarpet Dikeluhkan Warga Kalteng, Ini Penjelasan PLN
Faturrahman
Petugas PLN saat memeriksa jaringan listrik.

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemadaman listrik PLN yang terjadi dalam sepekan ini di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sangat dikeluhkan warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, apalagi jelang Hari Natal dan Tahun Baru.

Beberapa warga bahkan datang ke PLN yang mengharapkan agar jangan ada pemadaman listrik selama jelang natal dan tahun baru, agar ibadah natal hingga malam pergantian tahun tidak terganggu dengan pemadaman listrik.

Asisten Manager Bidang Perencanaan Cabang PLN Palangkaraya, Ginter Limin, mengakui , pemadaman listrik terjadi karena PLTU Pulangpisau mengalami gangguan sehingga terjadi defisit daya dan dilakukan pemadaman.

Manchester City ke Semifinal Piala Liga Inggris Usai Tekuk Leicester City dengan Skor 3-1

VIDEO: Jenazah Bocah Teriak dari Dalam Kubur saat Dimakamkan, Videonya Viral

"Saat ini daya listrik dipasok dari pembangkit Kalsel, karena pembangkit listrik di Pulangpisau terganggu, tetapi kami akan usahakan agar pemadaman listrik bergilir untuk diatur secara baik, dan berharap masalah pembangkit yang terganggu bisa diatasi segera," ujarnya.

PT PLN (Persero) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah juga terus melakukan pembangunan pembangkit, salah satunya dengan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN dengan calon mitra strategis, karena PLN siap memasok listrik dengan daya sebesar 101,5 Juta Volt Ampere (VA) yang akan diserap oleh 5 pelanggan industri di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Pembangkit di Kalteng telah dibangun dan diusulkan yakni pembangkit sebesar 275 MW, diantaranya dengan telah terbangunnya, PLTMG Bengkanai di Barut, dengan daya 155 MW, PLTU Pulangpisau 2x60 MW tahap satu sedangkan tahap dua masih dalam pengusulan, PLTU IPP Gunungmas 2x100 MW ground breaking, PLTU Biomas di Kobar 85 MW, PLTU Tamiyang Layang, Barut 2x 3,5 MW.

Sementara itu, Sekda Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri , Rabu (19/12/2018) mengatakan, pihaknya memang banyak mendapat keluhan terkait pemadaman listrik di Kalteng jelang natal dan tahun baru ini.

"Kami akan melakukan koordinasi lag dengan PLN Kalselteng untuk diberikan prioritas untuk Kalteng agar tidak ada pemadaman," ujarnya.www. banjarmasinpost.co.id/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved