Bupati Cianjur Jadi Tersangka, Begini Peran Kakak Ipar dalam Korupsi Berkode 'Cempaka'

Cepy merupakan salah satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama dengan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar.

Bupati Cianjur Jadi Tersangka, Begini Peran Kakak Ipar dalam Korupsi Berkode 'Cempaka'
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman mendapat ucapan selamat dari tamu undangan seusai dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Cianjur periode 2016-2021 oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (18/5/2016). Pada Rabu (12/12/2018), Bupati Irvan Rivano Muchtar ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar sebagai tersangka menerima uang terkait pemotongan dana alokasi khusus (DAK) dana pendidikan di Kabupaten Cianjur.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, diduga ada kode khusus yang digunakan sejumlah tersangka saat berkomunikasi. Salah satunya adalah kode "cempaka".

"Sandi yang digunakan adalah cempaka, yang diduga kode yang merujuk pada Bupati IRM," ujar Basaria dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Selain Irvan, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka. Masing-masing adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi dan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Rosidin.

OTT KPK di Cianjur, Bupati Ikut Digelandang, Diduga Dana Suap Pendidikan

Cornelia Agatha Merasa Muda Lagi karena Banyak Ketemu Brondong

Kemudian, Tubagus Cepy Sethiady yang merupakan kakak ipar Irvan. Dalam kasus ini, Irvan dan para pejabat di Dinas Pendidikan diduga menerima suap terkait pemotongan DAK dana pendidikan di Kabupaten Cianjur Tahun 2018. Adapun, pemotongan tersebut sebesar 14,5 persen dari nilai anggaran Rp 46,8 miliar.

KPK meminta agar Tubagus Cepy Sethiady segera menyerahkan diri. Cepy merupakan salah satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama dengan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar.

"Kepada TCS, kami imbau untuk datang ke KPK dan menyerahkan diri segera mungkin. Sikap kooperatif secara hukum akan kami hargai," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu (12/12/2018).

KPK juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka. Masing-masing adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi dan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Rosidin.

Dalam kasus ini, Cepy diduga bertindak sebagai perantara transaksi dari kepala sekolah kepada bupati.

Menurut Basaria, para kepala sekolah percaya bahwa Cepy adalah orang kepercayaan bupati. Irvan dan para pejabat di Dinas Pendidikan diduga menerima suap terkait pemotongan dana alokasi khusus (DAK) dana pendidikan di Kabupaten Cianjur Tahun 2018.

Adapun, pemotongan tersebut sebesar 14,5 persen dari nilai anggaran Rp 46,8 miliar.

Padahal, anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan di 140 SMP di Kabupaten Cianjur. Beberapa di antaranya untuk pembangunan ruang kelas dan laboratorium. (Abba Gabrillin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Suap untuk Bupati Cianjur Diberi Kode "Cempaka",  https://nasional.kompas.com/read/2018/12/12/22280751/suap-untuk-bupati-cianjur-diberi-kode-cempaka

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved