Kabar Barito Selatan

Diduga Terima Suap Fee Proyek Rp 12,5 Juta, Kabid Disdik Barsel Ditangkap, Begini Kronologinya

Hingga saat ini kasus tersebut masih ditangani penyidik tim saber pungli Polres Barsel dengan mengintrogasi ERH (55)

Diduga Terima Suap Fee Proyek Rp 12,5 Juta, Kabid Disdik Barsel Ditangkap, Begini Kronologinya
tribunkalteng.co/fathurahman
Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Hendra Rochmawan 

TRIBUNKALTENG.COM, BUNTOK - Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang menjabat sebagai kepala bidang (Kabid) bertugas di Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan (Barsel) ditangkap tim sapu bersih Pungli Polres Barsel, saat menerima uang suap terkait proyek fisik di Dinas Pendidikan Barsel.

Uang suap yang diamankan polisi sebanyak Rp.12.500.000,- diduga sebagai bentuk gratifikasi atas pekerjaan swakelola pembangunan tambah 3 ruang kelas beserta perabot di SDN 2 Tarusan Kecamatan Dusun Utara yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan (DAK) TA. 2018.

Hingga saat ini kasus tersebut masih ditangani penyidik tim saber pungli Polres Barsel dengan mengintrogasi ERH (55) yang tinggal di Jalan Pelitaraya Gang Sempurna I Buntok Kota Kecamatan Dusun Selatan, Barsel Kalimantan Tengah.

Kasus Suap Kalapas, Dirjen PAS Dapat Kado Ulang Tahun Tas Mewah

STAI Kualakapuas Cetak 245 Sarjana Baru, Tujuh Wisudawan Raih Predikat Cumlaude

ASN bergelar Insinyur tersebut diduga menjabat sebagai seorang kepala bagian di dinas pendidikan tersebut.

Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Hendra Rochmawan, Rabu (12/12/2018) mengatakan, hingga saat ini oknum ASN tersebut masih diperiksa penyidik Polres Barsel.

Dia menjelaskan, yang bersangkutan terjaring operasi tangkap tangan, Selasa (11/12/2018) pukul 10.00 wib oleh Unit TPK Satuan Reskrim Resort Barsel di Ruang Kabid Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan sekolah dasar (SD) pada Dinas Pendidikan Barsel Jalan Bandara Sanggu Kecamatan Dusun Selatan.

Diceritakan kronologis kejadian , Selasa (11/12/2018) pukul 10.00 Wib dilakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap pelaku yang diduga melakukan tindak pidana korupsi untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu.

Pelaku, ingin mengambil keuntungan pribadi dengan menerima pembayaran dengan potongan, untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri sehubungan dengan pekerjaan swakelola pembangunan tambah tiga ruang kelas beserta perabot di SDN 2 Tarusan Kecamatan Dusun Utara yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan (DAK) TA. 2018.

"OTT terjadi di ruang Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan di Jalan Bandara Sanggu, Barsel. Bahkan dia sebelumnya meminta fee proyek penambahan ruang kelas," ujar mantan Kapolres Palangkaraya ini.

Diterangkan, pelaku ERH kepada rekanan meminta uang fee 5 persen

"Tetapi Suriatno hanya bersedia memberikan uang sebesar Rp. 12.500.000,- (dua belas juta lima ratus ribu rupiah) sehingga saat itu, terlapor menanyakan kekurangan permintaan fee tersebut." Penyidik masih dalami kasus ini untuk proses lebih lanjut," ujar Hendra Rochmawan.

Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita uang senilai Rp. 12.500.000,- (dua belas juta lima ratus ribu rupiah), satu buah Handphone merk Xiaomi warna Gold, satu buah Blackberry warna Putih, satu buah Handhone merk Nokia warna Hitam.

www. banjarmasinpost.co.id /faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved