Kabar Istana

BP Batam Dibubarkan, Jokowi Inginkan Batam Seperti ini

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk membubarkan BP Batam sebagai pengelola kawasan wilayah ter

BP Batam Dibubarkan, Jokowi Inginkan Batam Seperti ini
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye.
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan saat membuka Kongres XIII Ikatan Akuntan Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/12/2018). Presiden mendukung IAI dalam mempercepat program sertifikasi profesi akuntan agar dapat mendukung ekosistem yang lebih akuntabel dan goal oriented. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo dalam Rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018) memutuskan untuk membubarkan Badan  Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Batam (BP Batam) sebagai pengelola kawasan wilayah tersebut.

Saat mengawali rapat terbatas itu sendiri, Presiden Jokowi sudah nampak 'gregetan' dengan persoalan dualisme dalam hal pengelolaan kawasan Batam. Sebab, rapat mengenai hal itu sudah dilakukan semenjak 2015. Namun hingga saat ini belum ada keputusan jelas mengenai hal itu.

"Percepatan pembangunan di Batam di Desember 2015 sudah pernah kita bicara. Januari 2016 juga. Maret 2017 kembali lagi bicara. Sudah dirapatkan berkali-kali. Saya kira (dipaparkan) secara singkat saja disampaikan, karena sudah berkali-kali rapat," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, keputusan harus segera diambil. Sebab, Batam merupakan kawasan yang sangat strategis dalam dunia perdagangan dan investasi.

Tubuh Wanita Ini Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa, Ternyata Alami Gangguan Jiwa

OTT KPK di Cianjur, Bupati Ikut Digelandang, Diduga Dana Suap Pendidikan

Wakil Ketua MPR-RI Ini Gelar Temu Tokoh Nasional, Ini Pesannya Untuk Warga Palangkaraya

"Kita ingin Batam dan sekitarnya yang memiliki posisi strategis ini bisa dikembangkan secara maksimal sehingga memiliki daya tarik bagus, daya saing untuk kawasan ekonomi dan investor," ujar Jokowi.

Seusai rapat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pengelolaan kawasan Batam menemui kendala semenjak dahulu. Salah satunya, adalah soal dualisme kewenangan antara Batam'>BP Batam dengan pemerintah daerah.

Dalam arahan Presiden, lanjut Darmin, diputuskan agar dualisme itu harus dihilangkan segera.

"Salah satu masalah yang berulang adalah dualisme kewenangan di Batam. Tadi, Presiden dan Wapres memutuskan dualisme harus dihilangkan. Itu berarti hanya ada satu, enggak boleh ada dua," ujar Darmin.

Saat dimintai penegasannya apakah artinya Batam'>BP Batam dibubarkan, Darmin menjawab, "ya kurang lebih akan begitu". 

Dengan demikian, pengelolaan kawasan Batam diserahkan ke pemerintah daerah. Pengelolaan kawasan itu pun diyakini semakin sederhana.

"Kewenangan sebagai Batam'>BP Batam sebagai tangan pemerintah di daerah itu akan dirangkap oleh Bupati Batam sehingga jadi satu saja tangannya, enggak dua. Itu saja, jadi sederhana sekali," lanjut dia.

Saat ditanya kapan pembubaran akan dilaksanakan, Darmin mengatakan, secepatnya. Pasalnya, pihaknya mesti mengurus pengembalian sejumlah aset sebelum badan tersebut resmi bubar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gregetan", Jokowi Bubarkan BP Batam"
(Penulis : Fabian Januarius Kuwado)

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved