Korban Selamat Sempat Lihat KKB Menari, Dikawal dengan Tangan Terikat dan Pura-pura Mati

Sebanyak lima orang dibunuh dan meninggal di tempat sementara enam orang berhasil menyelamatkan diri.

Korban Selamat Sempat Lihat KKB Menari, Dikawal dengan Tangan Terikat dan Pura-pura Mati
KOMPAS.com/DOKUMEN KEMENTERIAN PUPR
Lokasi pembantaian 31 pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua. 

TRIBUNKALTENG.COM - Sebanyak12 warga sipil dari Nduga,Papua termasuk empat karyawan PT Istaka Karya, berhasil dievakuasi TNI  dalam sebuah operasi.

Satu diantara korban selamat yang merupakan karyawan PT Istaka Karya memberikan pengakuan mengenai kondisi saat KKB mendatangi kamp mereka.

Korban selamat bernama Jimmi Aritonang mengatakan dalam kondisi tangan terikat mereka digiring dan dikawal oleh KKB.

Jimmi Aritonang merupakan satu dari puluhan pekerja pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

Bagaimana Santunan Pekerja Jembatan Tewas di Nduga Papua? Ini Penjelasan BPJS Ketenagakerjaan

11 Mayat Ditemukan Mengapung di Selat Malaka, Penyebabnya Masih jadi Misteri

Pada tanggal 1 Desember seluruh karyawan PT Istaka Karya tidak bekerja karena hari libur.

Hari libur ini berkaitan dengan adanya upacara peringatan yang diklaim sebagai HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka.

Sekitar pukul 15.00 WIT, KKB mendatangi kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan berjumlah 25 orang keluar.

“Sekira pukul 15.00 WIT, kelompok KKB mendatangi Kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan berjumlah 25 orang keluar, selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dan dikawal sekitar 50 orang KKB bersenjata campuran standar militer,” ungkap Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih,Kolonel Inf Muhamad Aidi, Rabu (5/12/2018) dilansir dari Kompas.com.

Pada tanggal 2 Desember 2018, seluruh pekerja dibawa menuju bukit puncak Kabo.

Di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved