Kabar Kalsel

Anggaran Habis, Tunjangan Sertifikasi Guru Non-PNS di Kabupaten Banjar Tak Dibayar

Tunjangan sertifikasi guru non PNS atau non Inpassing bulan Juli sampai dengan Desember belum dibayarkan karena anggaran sudah tidak tersedia lagi

Anggaran Habis, Tunjangan Sertifikasi Guru Non-PNS di Kabupaten Banjar Tak Dibayar
net
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM. BANJARMASIN - Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel, Fajriannor Subhi mengatakan, permasalahan guru honor yang tidak dibayarkan selama enam bulan dikarenakan anggaran tunjangan sertifikasi guru non PNS ada pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjar.

Tunjangan sertifikasi guru non PNS atau non Inpassing bulan Juli sampai dengan Desember belum dibayarkan karena anggaran sudah tidak tersedia lagi atau habis.

"Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjar lewat Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi Kalsel sudah mengusulkan Revisi Anggaran ke Biro Perencanaan untuk penambahan Alokasi APBN-P Tahun 2018.

Pemerintah Terbitkan PP Bagi Guru Honorer, Ini Solusi Bagi Mereka yang Tak Lolos CPNS

Izin Berobat, Napi di Lapas Ini Malah Gunakan Kencan dengan Artis di Hotel

Untuk tunjangan profesi guru baik non PNS ataupun PNS kalau tidak terbayarkan pada tahun berjalan dapat dibayarkan pada tahun berikutnya dan dianggap hutang," katanya.

Hanya Mampu Bayar Honor 79 Guru

Jumat (7/12/2018), Kementerian Agama Kantor Kabupaten Banjar mengundang para guru honor di madrasah yang sudah sertifikasi.

Tujuannya untuk menjelaskan penyebab tunjangan sertifikasi mereka belum bisa dicairkan hingga delapan bulan lamanya.

Kepala Kemenag Kabupaten Banjar, H Izzudin mengatakan, melalui Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, H Saman Hudi akan menjelaskan kepada para guru honor yang sudah sertifikasi di madrasah-madrasah yang ada di Kabupaten Banjar.

Dirinya membantah jika belum dana tunjangan sertfifikasi untuk guru honor karena didepositokan.

Dirinya menegaskan, oleh sebab itulah pihaknya akan mengundang guru honor yang sertifikasi menjelaskan tunjangan yang belum bisa dicairkan.

Secara singkat dia menjelaskan, ada sekitar 207 guru honor sertifikasi yang diusulkan, ternyata DIPA yang turun hanya mampu membayar 79 guru honor sertifikasi.

"Makanya nanti kami jelaskan, intinya dananya tidak cukup dibagi dan hanya mampu membayar 79 orang," pungkasnya.

Kepala Seksi Pendidikan Mandrasah Kemenag Kabupaten Banjar, H Saman Hudi di kantornya untuk dikonfirmasi menolak ditemui.

Melalui petugas satpam menyampaikan bahkan pejabat yang bersangkutan sedang rapat dengan stafnya. (Banjarmasin Post edisi Cetak)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved