Kabar Palangkaraya

Wagub Kalteng Minta Kejaksaan Bongkar Habis Dugaan Jual Beli Jabatan

Wagub Kalteng,Habib H Said Ismail kage dan tidak menyangka seorang staf bisa melakukan pemerasan terhadap calon pejabat eselon II.

Wagub Kalteng Minta Kejaksaan Bongkar Habis Dugaan Jual Beli Jabatan
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)
Wakil Gubernur Kalteng, H Habib H Said Ismail. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Tertangkapnya, seorang staf di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan tengah dengan inisial DAD, Jumat (30/11/2018) diduga melakukan pemerasan dan penyuapan untuk naik jabatan, ditanggapi Wakil Gubernur Kalteng, Habib H Said Ismail.

DAD ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penyidik Kejari Palangkaraya, Sabtu (1/12/2018) lalu.

Dia tertangkap tangan atau terjaring OTT,  terkait kasus dugaan pemerasan dan penyuapan pada Jumat (30/11/2018) kemarin.

Penyuapan dilakukan kepada sejumlah ASN Kabupaten di Gunungmas yang hendak mengikuti tes kenaikan pangkat golongan II, diduga pelaku berperan sebagai calo yang meminta uang kepada ASN yang melakukan tes kenaikkan pangkat sehingga akhirnya ditangkap pihak kejaksaan.

Hingga, Rabu (5/12/2018) Kepala Kejaksaan Negeri Palangkaraya Zet Tadung Allo , bersama jajarannya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka DAD untuk  selanjutnya akan dilanjutkan hingga ke persidangan tipikor dalam waktu dekat.

Wakil Gubernur Kalteng, Habib H Said Ismail, mengaku kaget kejadian tersebut dan tidak menyangka seorang staf bisa melakukan pemerasan terhadap calon pejabat di Gunungmas dalam proses seleksi jabatan eselon II untuk kabupaten tersebut.

" Ya, saya kaget mendapat berita itu, karena dia hanyalah staf biasa, tapi saya minta kepada penyidik untuk membogkar ini hingga tuntas. Kami tidak toleransi soal pemerasan, korupsi atau penyuapan, kami minta penyidik kejaksaan tuntaskan kasus ini," ujar Ismail.

Dikatakan dia, saat ini pihaknya juga masih memproses lima kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh ASN di Lingkungan Pemprov Kalteng dan akan memberhentikan mereka jika terbukti melakukan tindakan hukum tersebut atas keputusan pengadilan.

"Ada lima ASN yang di proses dan terancam diberhentikan tidak hormat," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved