Kalteng Kita

Kalteng Usul Buka Tiga Rute Baru Jalur Penerbangan dari Tjilik Riwut

Penurunan ini diikuti oleh berkurangnya jumlah aktivitas penumpang (3,92 persen), terutama dipengaruhi oleh menurunnya aktivitas penumpang datang (9,5

Kalteng Usul Buka Tiga Rute Baru Jalur Penerbangan dari Tjilik Riwut
Faturahman
Ilustrasi - Aktifitas, penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM. PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, terus berupaya memperbaiki pelayanan kepada masyarakat dengan memperluas rute dan meningkatkan sarana dan prasarana Bandara Tjilik Riwut.

Melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Tengah dan Dinas Perhubungan, hingga, Selasa (4/12/2018) masih dalam tahap pengusulan tiga rute baru untuk rute penerbangan dari Palangkaraya menuju, Kualanamu (Medan), Palangkaraya - Denpasar (Bali) serta Palangkaraya- Yogyakarta.

Wakil Gubernur Kalteng, Habib H Said Ismail, saat peresmian Pesawat Batik Air, beberapa waktu yang lalu, memang mengharapkan Bandara Tjilik Riwut terkoneksi dengan bandara tujuan wisata seperti Bali dan Yogyajarta, agar pariwisata Kalteng juga bisa hidup.

Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Paling Tinggi di Kalteng, Ini Penyebabnya

Fakta Seputar Ajaran Sesat Sensen Komara: Mengaku Nabi, Ubah Syahadat, Sholat Menghadap Timur

Rencana tersebut, mulai diwujudkan melalui instansi terkait yang masih dalam tahap pengusulan untuk pembukaan rute baru penerbangan yang menghubungkan Palangkaraya dengan Bandara Ngurahrai Bali dan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta serta Bandara Kualanamu Medan.

Bukan hanya itu, Sekda Prov Kalteng, Fakhrizal Fitri, juga mengungkapkan, pihaknya juga masih mengusulkan untuk penambahan armada penerbangan baru untuk tiga Bandara di Kalteng yakni Bandara Tjilik Riwut, Bandara Iskandar Pangkalanbun dan Bandara H Asan Sampit.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah, yang diungkapkan, Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofti dalam presrilisnya, menyebutkan frekuensi penerbangan pesawat udara menurun 0,40 persen, dari 1.996 kali penerbangan untuk penerbangan bulan September 2018 menjadi 1.988 kali untuk penerbangan Bulan Oktober 2018.

Penurunan ini diikuti oleh berkurangnya jumlah aktivitas penumpang (3,92 persen), terutama dipengaruhi oleh menurunnya aktivitas penumpang datang (9,50 persen).

Penurunan frekuensi penerbangan pesawat juga berdampak pada menurunnya arus lalu lintas barang (1,78 persen), terutama berasal dari volume bongkar barang (3,18 persen). Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, frekuensi penerbangan pesawat selama Januari-Oktober 2018 masih terjadi kenaikan (10,57 persen).

Pertumbuhan layanan penerbangan ini mampu mengungkit kenaikan aktivitas penumpang (16,66 persen) dan barang (18,86 persen). Namun demikian, potensi layanan arus lalu lintas penumpang secara keseluruhan relatif masih rendah.

"Hal ini terlihat dari rata-rata aktivitas penumpang sekitar 173.588 orang per bulan, yang terdistribusi melalui tiga bandar udara utama di Kota Palangkaraya, Pangkalanbun, dan Sampit," ujarnya. (banjarmasonpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved