Dinilai Campuri Politik Indonesia, Ketua PBNU Desak Dubes Arab Saudi Dideportasi

Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siraj menyampaikan protes keras terkait postingan Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia Osamah Muhammad

Dinilai Campuri Politik Indonesia, Ketua PBNU Desak Dubes Arab Saudi Dideportasi
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Duta Besar Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi saat memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/2/2017), terkait rencana kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017. 

TRIBUNKALTENG.COM - Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siraj menyampaikan protes keras terkait postingan Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia Osamah Muhammad Al Shuaibi tentang pembakaran bendera tauhid.

Protes keras disampaikan oleh Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siraj lewat konferensi pers pada Senin (3/12/2018).

Said Aqil menyebut Osamah melampaui batas karena telah mencampuri urusan politik Indonesia.

Pernyataan Said Aqil tersebut terekam dalam video yang telah tersebar di media sosial. Seperti yang diunggah kembali oleh Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean lewat akun twitternya @Ferdinand_Haean pada Senin (3/12/2018).

Ini Pujian Gus Dur Tentang Sosok Prabowo Yang Diungkapkan Said Aqil

Rochy Putiray: Gagal Juarai Liga 1, Persib Bandung Korban Pengaturan Skor

 Dalam video tersebut, Said Aqil Siroj menyebutkan tiga sikap PBNU terhadap pernyataan Osamah dalam akun twitternya @Os_alshuibi; yang kini telah dihapus. PBNU katanya memprotes tindakan Osamah karena telah melakukan pelanggaran diplomatik.

"Dalam pandangan kami, satu, Osamah telah melakukan pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik satu negara di luar kewenangannya. Hal ini jelas mengganggu hubungan diplomatik RI-Saudi Arabia, atas dasar ini kami menyampaikan protes keras," jelas Said Aqil.

Pernyataan kedua lanjutnya, Osamah telah sengaja menyebarkan fitnah yang menuduh bahwa aksi pembakaran bendera dilakukan oleh organisasi yang dimaksud dengan mengatakan jama'ah al munharifah atau organisasi sesaat,

Padahal terkait hal ini, Gerakan Pemuda Anshor telah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran (bendera tauhid) tersebut.

"Dan tindakan tersebut keluar dari SOP (Standar Operational Procedur) GP Anshor. Bahkan kami keluarga besar NU menyesalkan kejadian tersebut," jelas Said Aqil.

"Ketiga, mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk menyampaikan nota kepada pemerintah Saudi Arabia agar memulangkan, menarik Saudara Osama sebagai bagian dari sanksi atas tindakannya yang gegabah dalam mencampuri urusan politik negara Indonesia," tutupnya.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved