Ini 4 Jenis Komentar yang Bisa Membawa Kita Dipenjara, Melanggar UU ITE

Apalagi komentar-komentar yang menyinggung atau merugikan pihak lain karena dapat dikenakan pasal dalam UU ITE

Ini 4 Jenis Komentar yang Bisa Membawa Kita Dipenjara, Melanggar UU ITE
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Bicara di depan publik mengenai orang lain seyogianya lebih berhati-hati, terlebih di media sosial.

Apalagi komentar-komentar yang menyinggung atau merugikan pihak lain karena dapat dikenakan pasal dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

Komentar-komentar berbahaya tersebut antara lain komentar yang mengandung unsur body shaming, berita hoaks, ancaman, serta SARA.

Catut Nomor Manajer Deddy Corbuzier Lalu Tebar Hoaks, Pemilik Akun Diciduk Polres Banjar

Ulat Bulu Serang Warga Perumahan, Kulit jadi Gatal dan Panas

Komentar berunsur body shaming adalah komentar yang mengejek bentuk fisik seseorang seperti menghina bentuk, wajah, warna kulit, hingga postur tubuh atau komentar mengenai fisik seseorang yang membuat seseorang tersebut tidak berkenan.

Berdasarkan salinan UU ITE situs web.kominfo.go.id, pelaku penghinaan atau body shaming di media sosial dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun dan/atau denda maksimal Rp 750 juta.

Sementara itu untuk kasus komentar bernada ancaman atau menakut-nakuti pihak lain dapat dikenakan Pasal 45B dengan hukuman pidana penjara maksimal empat tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta.

Sedangkan untuk kasus hoaks atau berita bohong dan menyesatkan sehingga merugikan pihak lain dapat dikenakan Pasal 45A ayat (1) dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Contoh dari pelanggaran yang melibatkan berita hoaks adalah kasus Ratna Sarumpaet yang membuat publik percaya jika dirinya adalah korban kekerasan hingga akhirnya ia mengaku jika lebam di wajahnya adalah bekas operasi plastik.

Sama dengan kasus berita hoaks, pada kasus yang menimbulkan rasa benci atau permusuhan berdasarkan SARA juga dapat dikenakan Pasal 45A ayat (2) dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Contoh kasus komentar yang dianggap SARA adalah komentar yang dilontarkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat kunjungannya ke Kepulauan Seribu pada September 2016 lalu.

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Hati-hati! 4 Jenis Komentar Ini Dapat Melanggar Pasal UU ITE, dari Body Shaming hingga SARA

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved