Kabar Kalteng

Pengawasan Diperketat, Royalti Kalteng Naik Jadi Rp1,8 Triliun

Awalnya pungutan royalti yang masuk hanya sekitar Rp600 miliar lebih, namun tiap tahun naik hingga saat ini mencapai Rp1,8 triliun.

Pengawasan Diperketat, Royalti Kalteng Naik Jadi Rp1,8 Triliun
Istimewa
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) terus dilakukan Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran dengan mengarahkan jajarannya menggali potensi yang belum optimal dilakukan.

Salah satu yang jadi penekanan Gubernur Sugianto adalah kewajiban perusahaan dalam pembayaran royalti dari sektor pertambangan di Bumi Tambun Bungai dari hasil bumi berupa tambang batu bara, bijih besi dan potensi tambang lainnya.

Gubernur Sugianto memberikan penekanan kepada semua SOPD agar lebih giat dalam menggali potensi daerah yang bisa menghasilkan PAD Sehingga, sejak menjabat awal tahun 2016, awalnya pungutan royalti yang masuk hanya sekitar Rp600 miliar lebih, namun tiap tahun naik hingga saat ini mencapai Rp1,8 triliun.

PSS Sleman Taklukan Kalteng Putra, Skor Akhir 2-0, El Loco Cristian Gonzales Borong 2 Gol

Sebelum Hilang Kontak, Hidung Lion Air JT610 Turun 24 Kali dalam 11 Menit

Lantai Jembatan Pulau Telo Menganga, Pengendara Harus Waspada!

Menurut Gubernur Sugianto, meningkatnya pemasukan dari sektor royalti tersebut,
tidak lepas dari kerjasama Pemerintah Provinsi Kalteng dengan pihak kepolisian dan Kejaksaan terutama dalam masalah pengawasan dan penyelamatan sumber daya alam di Kalteng khususnya sektor pertambangan.

Sugianto menggenjot , Dinas ESDM dalam mengejar dan mengawasi keluarnya hasil tambang di Kalteng yang akan diangkut keluar daerah dan mendesak investor untuk membayar royalti setiap operaaional keluarnya hasil tambang." Terbukti semua terlampaui dan melebihi target yang diinginkan," ujar Sugianto.

Dijelaskan, tahun 2017 royalti sektor tambang atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke negara mencapai Rp1,7 triliun, melebihi 150 persen dari target negara.

“Royalti atau PNBP sektor pertambangan terus naik dan meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini masuk bulan November sudah diangka sekitar Rp1,8 triliun, mudah mudahan hingga akhir tahun bisa tembus Rp2 triliun," ujarnya lagi.

Tentu lanjutnya, ini semua berkat doa masyarakat Kalteng, kerjasama kepolisian dan kejaksaan dalam pengawasan sehingga Pemprov Kalteng, melalui Dinas ESDM melakukan pengawasan dengan baik,” ucap Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran lagi.

Bulog Pastikan Stok Daging Kalteng Aman Jelang Natal dan Tahun Baru

Menang 3-1 dari Persita Tangerang, Semen Padang Promosi ke Liga 1

Pembagian PAD untuk royalti, untuk pemasukan Provinsi Kalteng mencapai 16 persen, sedangkan kabupaten penghasil akan mendapatkan sebesar 32 persen sisanya Kabupaten dan kota dan pusat sebanyak 20 persen.

Kadis ESDM Ermal Subhan, mengatakan, PNBP sektor tambang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dibandingkan tahun tahun sebelumnya.

"Dinas ESDM terus melakukan pemantauan dan pengawasan baik melalui sistem online serta di lapangan," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved