Kabar Kampus

Mahasiswa IAIN Palangkaraya Belajar Manajemen Tata Kelola Kurikulum ke Balai Diklat Keagamaan

adanya kerjasama yang lebih baik dengan pihak Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangkaraya

Mahasiswa IAIN Palangkaraya Belajar Manajemen Tata Kelola Kurikulum ke Balai Diklat Keagamaan
Istimewa
Mahasiswa rombongan belajar Manajemen Pendidikan Agama Islam IAIN Palangkaraya saat melakukan kunjungan ke Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin di Banjarbaru, Jumat (23/11/2018). 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU - Kesempatan melihat secara langsung implementasi dari sebuah teori dan konsep ilmu pengetahuan dalam pengelolaan kelembagaan, dirasakan mahasiswa IAIN Palangkaraya.

Itu ketika para mahasiswa rombongan belajar Manajemen Pendidikan Agama Islam, secara langsung melakukan kunjungan ke Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin di Banjarbaru, Jumat (23/11/2018).

"Dalam kunjungan, setidaknya ada dua pokok pembahasan mendasar yang bisa diperoleh mahasiswa yakni Manajemen Tata Kelola Kurikulum Balai Diklat dan Evaluasi, penilaian dan perbaikan Kurikulum Balai Diklat," ujar Ketua rombongan belajar Sapuadi.

Penjelasan mengenai Manajemen Tata Kelola Kurikulum Balai Diklat dan Evaluasi, penilaian dan perbaikan Kurikulum Balai Diklat secara langsung disampaikan 2 Widyaiswara terbaik Balai Diklat Banjarmasin. Mereka adalah H. Yasir Arafat, M.Pd dan Abdul Hamid, MPdI.

Bursa Bakal Calon Rektor IAIN Palangkaraya, Ketua Prodi Program Magister Dikabarkan Ikut Bertarung

BREAKING NEWS: Gedung Kantor Golkar Palangkaraya Terbakar

“Sesuai dengan mata kuliah yang sekarang diampu yakni Manajemen Kurikulum, maka akan lebih elok dan baik kalau mahasiswa melihat langsung prakteknya jadi tidak hanya sebatas teori dan konsep di ruang belajar”, timpal Sapuadi.

Ketika itu,  Widyaiswara H. Yasir Arafat saat mewakili Kepala Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin, mengharapkan adanya kerjasama yang lebih baik dengan pihak Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangkaraya sehingga bisa leluasa melakukan segala hal menyangkut pengembangan lembaga masing-masing.

“Kalau ada MoU maka kami Balai Diklat bisa belajar ke IAIN dan sebaliknya dosen, karyawan dan mahasiswa bisa belajar ke Balai, jadi saling memberi dan menerima sehingga banyak masukan dan saran yang di dapat dalam pengembangan kelembagaan ke depannya”, katanya.

Misalnya dilaksanakannya pelatihan untuk dosen non Pendidikan lanjutnya, maka diharapkan dengan pelatihan bisa ditemukan inovasi-inovasi pembelajarn dan ragam media pembelajaran yang bermanfaat untuk transfer ilmu pengetahuan ke peserta didik.

Begitu juga dengan mahasiswa akan lebih baik kegiatan kunjungan belajar semacam ini lebih sering dilakukan sehingga pengetahuan bukan hanya di dapat di Kampus tapi juga langsung pada lembaga-lembaga yang berkaitan dengan keilmuan yang dipelajari. (*)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved