Perguruan Tinggi

Tujuh Perguruan Tinggi Negeri Terpapar Paham Radikal, BIN Serahkan Informasinya ke Rektor

Tujuh Perguruan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia saat ini telah terpapar radikalisme.

Tujuh Perguruan Tinggi Negeri Terpapar Paham Radikal, BIN Serahkan Informasinya ke Rektor
Kompas.com/Reza Jurnaliston
Juru Bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto Saat Konferensi Pers di daerah bilangan Jakarta Selatan, Pancoran, Senin (27/8/2018) 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Tujuh Perguruan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia saat ini telah terpapar radikalisme. 

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kepala Badan Intelijen Negara ( BIN) Wawan Hari Purwanto saat ditemui di Restoran Sate Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2018).

Wawan menegaskan informasi mengenai daftar PTN yang terpapar radikalisme tidak akan disebar kepada publik.

Hal itu dilakukan demi mencegah hal negatif bagi universitas terkait. BIN hanya akan membagi informasi itu kepada rektor universitas terkait agar dapat mengambil tindakan pencegahan.

Kambing Melahirkan Bayi Setengah Babi Setengah Manusia, Iblis Mutan?

Penggerebekan Vicky Prasetyo Versi Angel Lelga, Fiki Alman Diminta Datang karena Suara Kresek-kresek

Belia 13 Tahun Hamil Oleh Ayah Tiri, Sang Ibu Pasrah Jika Sang Anak Dinikahi Suaminya

"Data PTN yang dimaksud hanya disampaikan kepada pimpinan universitas tersebut untuk evaluasi, deteksi dini dan cegah dini, tidak untuk konsumsi publik, guna menghindari hal-hal yang merugikan universitas tersebut," ucap dia.

Wawan menuturkan, hasil pengembangan di tahun 2018 tersebut juga mengungkapkan bahwa sebanyak 39 persen mahasiswa di 15 provinsi menunjukkan ketertarikannya pada paham radikal.

"Terkait tujuh PTN yang terpapar radikalisme dan 39 persen mahasiswa di 15 provinsi tertarik dengan paham radikal, benar adanya," katanya saat, Selasa (20/11/2018).

Ia menjelaskan bahwa kadar ketertarikan mahasiswa terhadap paham radikalisme dikategorikan ke dalam tiga tingkat, yaitu rendah, sedang, dan tinggi.

Hasil Akhir yang Sama dengan Brasil, Timnas Prancis Hanya Menang 1 Gol Kontra Uruguay

GP Abu Dhabi 2018 Rampung akan Ditandai Perpisahan Fernando Alonso dengan McLaren

Namun, ia menuturkan ketertarikan tersebut lebih kepada apa yang disebutnya sebagai empati. Meski begitu, pencegahan sejak dini diperlukan agar empati tersebut tidak berkembang menjadi partisipasi.

"Kadarnya ada yang rendah, sedang, dan tinggi, tapi lebih ke simpatisan. Tapi kalau dibiarkan kan nanti jadi empati lalu partisipasi. Maka tahap awal ini bisa terdeteksi," terangnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BIN: 7 Perguruan Tinggi Negeri Terpapar Paham Radikal - Kompas.com"

(Penulis : Devina Halim)

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved