Kabar Kapuas

Mabuk Bawa Parang dan Teriak-teriak, Pria Begugus Ini Diamankan Polisi

Setelah dilakukan interogasi dan mencegah terjadinya tindak kriminal selanjutnya BE diamankan di Pospol Bagugus.

Mabuk Bawa Parang dan Teriak-teriak, Pria Begugus Ini Diamankan Polisi
Istimewa
Pria berinisial BE (25) ditangkap polisi. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Seorang pria berusia 25 tahun kedapatan mabuk dan membawa parang berteriak-teriak sehingga merehkan warga, diamankan Pospol Bagugus, petugas Polsek Mentangai, Kabupaten Kapuas, karena dikhawatirkan mengganggu warga.

Pria yang diketahui, berinisial BE (25) ini dikhawatirkan akan mengganggu warga, sehingga petugas Pospol Bagugus, Polsek Mantangai mendatangi lokasi di TKP Desa Bukit Batu RT.01, Kecamatan, Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kamis (15/11/2018) sekitar pukul 11.00 WIB, mengamankan lelaki mabuk tersebut.

Brigadir Mulia Siahaan, seorang petugas saat berada di TKP mendapati tersangka BE (25) sedang duduk di terminal dalam kondisi mabuk dan di sebelahnya terdapat satu bilah senjata tajam (Sajam) jenis parang bungkul dengan panjang lebih kurang 50 cm.

Mabuk, Pemuda Ini Habisi Nenek-nenek Lalu Memperkosanya

Matahari Buatan China Panasnya Capai 100 Juta Derajat Celcius

Setelah dilakukan interogasi dan mencegah terjadinya tindak kriminal selanjutnya BE diamankan di Pospol Bagugus.

"Dia kami amankan ke Pospol, karena dalam keadaan mabuk dan membawa sajam, karena rawan melakukan hal tetentu yang membahayakan orang lain," katanya.

Sementara itu , Kapolsek Mantangai AKP Feriza Winada Lubis, Jum’at (16/11/2018) membenarkan penangkapan terhadap tersangka BE tersebut, polisi mengamankan pelaku, karena dikhawatirkan mengganggu warga lainnya yang ada di lokasi tersebut.

Sementara itu, diperoleh informasi dari pihak kepolisian setempat, tersangka BE, tanggal 25 Oktober 2018, baru keluar dari Rutan Kelas IIB Kapuas dengan kasus menyimpan senpi rakitan.

"Kini dia kedapatan membawa sajam tanpa izin dan langsung diamankan di Pospol Bagugus untuk proses penyidikan lebih lanjut,” terangnya.

Berdasarkan penyelidikan polisi, terungkap tersangka, BE, tinggal di Dusun Bukit Buas , Desa Danau Rawah Kecamatan Mantangai.

"Dia dikenakan pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI No.12 tahun 1951 tentang larangan membawa sajam tanpa izin," ujar Ferida.

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved