Kabar Lamandau

Program Satu Desa Lima Guru di Lamandau, Berharap dari Rekrutmen Tenaga Baru di CPNS 2018

nyak guru yang mengajar di sekolah pinggiran yang terpaksa mengajar rangkap hingga beberapa mata pelajaran, akibat kekurangan guru.

Program Satu Desa Lima Guru di Lamandau, Berharap dari Rekrutmen Tenaga Baru di CPNS 2018
tribunkalteng.com/faturahman
Siswi sekolah dasar yang tinggal di Desa Tanjung Jawa Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalteng ini sering pulang lebih awal, karena kekurangan tenaga guru di sekolah mereka. 

TRIBUNKALTENG.COM, LAMANDAU - Penyebaran guru di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah masih belum merata, sehingga membuat banyak guru yang mengajar di sekolah pinggiran yang terpaksa mengajar rangkap hingga beberapa mata pelajaran, akibat kekurangan guru.

Kondisi ini, terjadi hampir di semua kabupaten dan kota di Kalteng sehingga dalam pelaksanaan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dilaksanakan saat ini formasi tenaga pengajar atau guru cukup banyak agar memenuhi kekurangan guru tersebut.

Saat pelaksanaan ekspos sekolah model Kalteng di Palangkaraya, masalah ini juga disinggung Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI, Hamid Muhammad, yang meminta agar sekolah pinggiran juga dicukupkan tenaga gurunya, agar kualitas pendidikan merata hingga ke pelosok.

"Ini memang masih menjadi kendala dalam pemerataan kualitas pendidikan hingga ke pelosok sehingga munculah pembentukan sekolah model dengan standar tertentu dan upaya pemenuhan guru hingga ke pelosok, dalam rekrutmen CPNS agar guru di sekolah pinggiran bisa terpenuhi," ujarnya.

Begini Kondisi Kawanan Pencuri Sarang Walet di Lamandau Usai Ditangkap Polisi

Peserta Gugur Massal di Passing Grade Tes CPNS 2018, Banyak Formasi Jabatan Kosong

Senada diungkapkan, Wakil Bupati Lamandau, Riko Porwanto, Selasa (13/11/2018) mengatakan, pihaknya juga berupaya untuk memenuhi kekurangan tenaga guru tersebut dengan menerapkan program satu desa lima guru dalam dalam rekrutman CPNS tahun ini ada sebanyak 80 an formasi untuk guru.

Mantan Camat, Menthobi Raya dan Camat Sematu Jaya ini, mengatakan, dengan program tersebut diharapkan tidak ada lagi guru yang mengajar hingga beberapa mata pelajaran di sekolah pinggiran, karena program satu desa satu lima guru sudah bisa memenuhi.

"Memang ini dilakukan secara bertahap, kami yakin ini bisa mengatasinya," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved