Kabar Kampus

Bursa Calon Rektor IAIN Palangkaraya Masih Terbuka, 2 Bakal Calon Terkendala Syarat Ini

Dari tiga nama yang diproses, hanya ada satu yang dianggap memenuhi syarat. Sedangkan dua lainnya, dinyatakan gugur karena

Bursa Calon Rektor IAIN Palangkaraya Masih Terbuka, 2 Bakal Calon Terkendala Syarat Ini
Istimewa
Kampus IAIN Palangkaraya 

TRIBUNKALTENG.COM - Kesempatan bagi dosen yang berminat untuk bertarung dalam bursa calon rektor IAIN Palangkaraya, kembali terbuka lebar. Itu setelah dalam verifikasi berkas, dua bakal calon harus gugur karena dinyatakan tidak memenuhi persyaratan.

Kesimpulan untuk melakukan pembukaan kembali masa pendaftaran bakal calon pun dilakukan pihak panitia.

"Sesuai ketentuan, setidaknya harus ada tiga bakal calon yang mendaftar dan memenuhi syarat untuk diajukan mengikuti asesmen. Karena ada dua yang gugur, praktis tahapan lanjutan dari proses ini tidak dapat kami lakukan," ujar Sekretaris Tim Seleksi dan Penjaringan Bakal calon Rektor IAIN Palangkaraya periode 2019-2023 Akhmad Riady kepada Tribunkalteng.com, Selasa (13/11/2018).

Sebelumnya, Senin (12/1/2018), panitia telah mengumumkan hasil verifikasi berkas bakal calon.

Pendaftaran Hari Terakhir, Ini Tiga Kandidat Calon Rektor IAIN Palangkaraya

Jangan Bengong, Ini Bahasa Gaul Zaman Now yang Lagi Tren, Mantul!

Dari tiga nama yang diproses, hanya ada satu yang dianggap memenuhi syarat. Sedangkan dua lainnya, dinyatakan gugur karena ada persyaratan administrasi yang belum terpenuhi.

Persyaratan dimaksud, terang Riady, terkait pengalaman manajerial pada perguruan tinggi paling rendah sebagai Ketua Jurusan atau ebutan lain pling singkat dua tahun sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama  nomor 68/2015 Pasal 3 huruf h.

"Sementara pada dua bakal calon yang ada, pengalaman yang dilampirkan dalam persyaratan kurang dari dua tahun. Tapi kesempatan bagi mereka tetap terbuka, jika mereka mampu menunjukkan pengalaman manajerial meskipun di perguruan tinggi lain," kta Riady.

Sesuai Keputusan Dirjen Pendidikan Islam nomor 7293/2015 tentang Pedoman Penjaringan, Pemberian Pertimbangan dan Penyeleksian Rektor/Ketua PTKIN pada Kementerian Agama, sistem pemilihan calon rektor di IAIN Palangkaraya tidak lagi dilakukan melalui rapat senat.

Para bakal calon yang dianggap memenuhi syarat, nantinya akan teruskan kepada Menteri Agama oleh Tim Seleksi dan selanjutnya ditetapkan sebagai rektor setelah melalui beberapa langkah pengujian, termasuk uji kelayakan dan kepatutan (fit and propper test).

Mereka yang akan bertarung dalam bursa calon rektor juga terbuka bagi seluruh dosen di 57 PTKIN yang ada di Indonesia.

Sebagaimana jadwal, tim seleksi sudah mulai menerima berkas pendaftaran bakal calon Rektor IAIN Palangkaraya pada 1-6 November 2018, verifikasi kelengkapan persyaratan administrasi 7-11 November 2018, pengumuman hail verifiksi 12 November, dan penyerahan hasl verifikasi dan kelengkapan administrasi 13 November 2018.

"Mengingat bakal calon kurang dari tiga, perlu dilakukan masa pendaftaran kembali untuk penjaringan bakal calon rektor. Rencananya siang ini akan kami bahasa bersama pimpinan terakit masa pendataran tersebut," kata Riady. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved