Bisnis dan Ekonomi

Harga Emas Merosot, Terpengaruh Suku Bunga dan Kebijakan Moneter

Bahkan selama sepekan, harga emas spot menurun drastis sebanyak 1,94% dari yang sebelumnya US$ 1.233,30 per ons troi.

Harga Emas Merosot, Terpengaruh Suku Bunga dan Kebijakan Moneter
NET
Ilustrasi Emas 

TRIBUNKALTENG.COM - Spekulasi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) di akhir tahun menjadi sentimen utama penurunan harga emas. Tapi, harga emas masih punya peluang naik.

Mengutip data Bloomberg, Jumat (9/11/2018), harga emas pengiriman Desember 2018 di Commodity Exchange melemah hingga 1,30% menjadi US$ 1.209,65 per ons troi dari yang sebelumnya US$ 1.225,10 per ons troi.

Bahkan selama sepekan, harga emas spot menurun drastis sebanyak 1,94% dari yang sebelumnya US$ 1.233,30 per ons troi.

Analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra mengatakan, bahwa sentimen utama yang mempengaruhi turunnya harga emas spot adalah kenaikan suku bunga secara bertahap di AS serta penguatan bursa saham dan perang dagang.

Harga Emas Capai Level Tertinggi dalam 9 Bulan Terakhir, Ini Pemicunya

Disidang DKPP, Budi Prayitno Mengaku Salah Soal Penundaan Pelantikan Bupati Kapuas

“Penurunan harga emas pekan ini karena bursa saham mulai stabil ditambah pengumuman kebijakan moneter Bank Sentral di AS yang konsisten menaikkan suku bunga,” ucap Putu kepada Kontan.co.id, Jumat (9/11/2018).

Pada rapat pekan ini, Federal Reserve memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 2%-2,25%. Dengan kebijakan tersebut, mata uang dollar AS menguat.

“Jika dollar AS menguat, harga emas cenderung lemah. Hal ini karena emas spot berdenominasi dollar AS,” sebut Putu.

Putu memperkirakan, pergerakan emas spot masih akan terkoreksi.

Jika perang dagang Amerika Serikat dan China tidak berlanjut, maka ada peluang harga emas global menguat tajam.

Senada dengan Putu, Analis Asia Trade Points Futures, Deddy Yusuf Siregar juga melihat bahwa kenaikan suku bunga menjadi beban emas spot.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved