Kalteng Kita

Diresmikan, Pulau Badak Pulpis Jadi Vegetasi Hutan Alami Pertama Tempat Tinggal Orangutan

Suaka Orangutan Diresmikan oleh Yayasan BOS bersama mitra pemerintah Indonesia dan sektor dunia usaha.

Diresmikan, Pulau Badak Pulpis Jadi Vegetasi Hutan Alami Pertama Tempat Tinggal Orangutan
Istimewa
Tim dari Yayasan BOS melakukan perjalanan di medan berat untuk melakukan pelepasliaran terhadap orangutan di Kehje Sewen. Selama di perjalanan yang memakan waktu hingga 20 jam, tim melakukan protokol ketat dan berhenti setiap dua jam untuk memeriksa kondisi orangutan dan memberi mereka makanan serta minuman. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) bersama mitra Pemerintah dan swasta, meresmikan Suaka Orangutan Pulau Badak Kecil, satu pulau di Gugusan Pulau Salat Nusa, Kabupaten Pulangpisau (Pulpis), Kalimantan Tengah.

Suaka Orangutan diresmikan oleh Yayasan BOS bersama mitra pemerintah Indonesia dan sektor dunia usaha.

Dalam peresmian suaka orangutan Pulau Badak Kecil di pulau dengan vegetasi hutan alami yang pertama di dunia– sekaligus juga dilakukan pemindahan enamunreleaseable orangutan ke kediaman baru mereka.

Peresmian Suaka Orangutan Pulau Badak Kecil tersebut sekaligus pemindahan enam orangutan dalam kategori unreleasable ini ke kediaman baru mereka.

Baca: Arba Mustakmir Rabu Terakhir di Bulan Rajab, Begini Anjuran Ustadz Abdul Somad

Baca: Tes SKD CPNS 2018 di Kemenag Kalteng, Hanya 34 yang Lolos

Melalui Undang-Undang, Pemerintah Republik Indonesia menjamin semua satwa liar yang dilindungi untuk dapat hidup bebas sejahtera di habitat mereka.

Suaka Orangutan Pulau Badak Kecil ini disiapkan secara seksama melalui kerja bersama antara Yayasan BOS dan Pemerintah Indonesia serta PT Sawit Sumber Mas Sarana (SSMS) Tbk dengan dukungan dari organisasi mitra internasional Yayasan BOS dan World Animal Protection (WAP).

Pulau Badak Kecil adalah pulau berhutan dengan luas sekitar 104 hektare, bagian dari gugusan Pulau Salat Nusa yang total luasnya mencapai 2.089 hektare, dikelola oleh Yayasan BOS bersama dengan PT. SSMS, dengan tujuan untuk menyiapkan lahan pra-pelepasliaran bagi orangutan yang telah lulus Sekolah Hutan dan lahan suaka bagi orangutan yang tidak bisa dilepasliarkan di hutan.

Direktur Utama PT. Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Vallauthan Subraminam, mengatakan, melalui kerja sama ini, Yayasan BOS menerapkan praktik terbaik dalam rehabilitasi orangutan dan pengelolaan suaka orangutan.

Sementara, Djamartin Sihite, CEO Yayasan BOS mengatakan, Penggunaan Pulau Badak Kecil sebagai pulau suaka bagi orangutan unreleasable telah direncanakan sejak tahun 2016 lalu.

"Akhirnya kita bisa menyaksikan kelompok pertama orangutan unreleasable pindah ke sini," ujarnya, Selasa (6/11/2018).

"Kami bahagia melihat mereka akan menikmati kehidupan di Suaka Orangutan Pulau Badak Kecil, namun perlu disadari bahwa kita masih membutuhkan lebih banyak fasilitas suaka, butuh lebih banyak situs pelepasliaran, serta komitmen dan peran serta dari seluruh pemangku kepentingan untuk lebih ketat menjaga hutan dan mencegah orangutan keluar dari habitat aslinya," pungkasnya.

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved