Kajian Islam

Arba Mustakmir Rabu Terakhir di Bulan Rajab, Begini Anjuran Ustadz Abdul Somad

Ada juga sebagian umat Islam di Indonesia di hari Arba Musta’mir itu melakukan ziarah kubur dan salat sunah dua rakaat.

Arba Mustakmir Rabu Terakhir di Bulan Rajab, Begini Anjuran Ustadz Abdul Somad
Istimewa
Bulan Safar 

TRIBUNKALTENG.COM - Selasa (6/11/2018) sore sudah memasuki hari Rabu terakhir di bulan Rajab (Arba Mustakmir) menurut perhitungan hijriyah.

Di bulan Safar ini sejumlah orang meyakini bahwa Allah banyak menurunkan bencana.

Diyakini pula, Allah akan menurunkan ribuan musibah seperti bencana, penyakit, dan sebagainya tiap hari Rabu terakhir bulan Safar.

Baca: Rabu Terakhir di Bulan Safar, Ini Zikir Arba Mustakmir dan Berharap Keselamatan

Baca: Tengkorak, Pemandangan, atau Anak Perempuan yang Pertama Kali Kamu Lihat? Cari Tahu Kepribadianmu!

Oleh sebab itu, di hari Arba Mustakmir ini kita dianjurkan untuk berdoa kepada Allah agar dihindarkan dari segala petaka.

Ada juga sebagian umat Islam di Indonesia di hari Arba Musta’mir itu melakukan ziarah kubur dan salat sunah dua rakaat.

Tradisi Arba Mustakmir biasanya dilakukan di Kalimantan Selatan.

Di daerah lain juga ada tradisi seperti Arba Musta’mir, namun berbeda namanya seperti Rebo Wekasan di Jawa.

Dipublikasikan di YouTube oleh Nasehat Islam pada 2 Juni 2018, Ustadz Abdul Somad membahas tentang tradisi umat Islam Indonesia di hari Arba Mustakmir ini.

Apakah dibolehkan atau tidak dalam Islam dan bagaimana hukumnya?

“Ziarah kubur di hari Rabu terakhir bulan Safar, boleh tidak? Ziarah kuburnya boleh, bagus saja itu. Lalu berdoa memohon kepada Allah agar kita dihindarkan dari segala musibah, ini juga boleh,” jelas Ustadz Abdul Somad.

Sementara terkait keyakinan Allah menurunkan ribuan musibah di hari Rabu terakhir Safar atau Arba Musta’mir, menurutnya itu tak ada haditsnya.

“Itu menurut para ulama tasawuf, mereka dapat itu dari ilham bukan dari hadits Nabi Muhammad. Tapi, kalau mau berdoa meminta dihindarkan dari musibah, silakan saja. mau berdoa sambil bertawasul kepada wali-wali Allah juga boleh,” katanya.

Bertawasul adalah memakai atau menyebutkan nama para wali itu saat berdoa dengan harapan Allah akan mengabulkan doa kita berkat kemuliaan para wali Allah tersebut.

“Misalnya bertawasul dengan Wali Songo. Saat berdoa bilangnya begini: Ya Allah, berkat kemuliaan para wali-Mu ini, aku memohon kepada-Mu, dan seterusnya. Kalau ini boleh,” pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal-noor masrida)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved