Kalteng Kita

Siswa MAN Palangkaraya Dapat Pelatihan Jurnalistik Membedakan Berita Hoax, Begini Respon Peserta

Sebanyak 40 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Palangkaraya menjadi peserta pelatihan jurnalistik tahun 2018 yang menghadirkan sejumlah pemateri dari

Siswa MAN Palangkaraya Dapat Pelatihan Jurnalistik Membedakan Berita Hoax, Begini Respon Peserta
Istimewa
Ketua PWI Kalteng H Sutransyah menyerahkan kenang-kenangan buku kepada peserta pelatihan jurnalistik MAN Palangkaraya 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Mendekati Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden yang akan digelar 2019 menjadi pemicu bertebarannya beita bohong yang mendiskreditkan Capres tertentu.

PWI Kalimantan Tengah, peduli dalam menginformasikan identifikasi berita-berita yang merupakan berita bohong yang sifatnya provokatif untuk menjatuhkan nama capres tertentu.

Pengurus pun turun ke sekolah untuk memberikan informasi yang benar tentang berita.

Sebanyak 40 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Palangkaraya menjadi peserta pelatihan jurnalistik tahun 2018 yang menghadirkan sejumlah pemateri dari insan pers di Bumi Tambun Bungai.

Baca: Kementerian Pertanian Umumkan Jadwal SKD CPNS 2018, Download di Sini

Baca: Ini Beberapa Kemungkinan Penyebab Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh Menurut Para Ahli

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sutransyah pemateri pertama kegiatan tersebut, Selasa (30/10/2018) memaparkan perbedaan signifikan antara karya jurnalistik dan berita bohong atau hoax.

Sutransyah, menjelaskan, karya jurnalistik, berupa berita dan foto di media cetak, reportase video dan audio di televisi dan radio, serta informasi di media massa berbasis online yang harus didasari fakta yang dilengkapi dengan bukti dan data faktual.

Ketua PWI Kalteng 3 periode berbeda itu, menjelaskan penyampaian informasi jurnalistik biasanya menggunakan bahasa jurnalistik yang memiliki aturan-aturan tertentu, memenuhi unsur-unsur berita sebagai penguat fakta, serta sesuai kode etik jurnalistik.

Menurut dia yang mendasar dalam ilmu jurnalistik harus memenuhi unsur tertentu, sehingga bisa dikatakan sebagai karya jurnalistik.

"Unsur itu biasa disebut 5W+1H, singkatan dari What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (di mana), Why (mengapa), dan How (bagaimana)," ujar Sutransyah.

Identifikasi berita yang hoax dan bukan hoax ini banyak mendapat perhatian siswa dan siswi MAN di Palangkaraya, bahkan beberapa siswa mengaku senang bisa tau berita yang benar.

"Awalnya saya tidak tau, jadi asal share saja tetapi setelah ada kegiatan ini jadi tau berita bukan hoax dan yang hoax," ujar Lita salah satu siswa MAN Palangkaraya.

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved