Anggota DPRD Kalteng Kena OTT KPk

OTT Anggota DPRD Kalteng, Asera Sempat Diperiksa Penyidik KPK

Terutama, yang terkait dengan masalah perizinan perkebunan, pertambangan, termasuk soal pencemaran lingkungan semuanya dibuka

OTT Anggota DPRD Kalteng, Asera Sempat Diperiksa Penyidik KPK
banjarmasinpost.co.id/faturrahman
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kalteng

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap empat orang anggota Komisi B bidang perkebunan dan kehutanan DPRD Kalteng serta sejumlah pengusaha perkebunan kelapa sawit terus berlanjut.

Selain memeriksa, menetapkan tersangka, serta menangkap empat orang anggota dewan, Ketua Komisi B, Borak Milton, Sekretaris Komisi B, Punding LH Bangkan, dan dua anggotanya yakni Edy Rosada, dan Arisavana, penyidik KPK juga memeriksa anggota Komisi B lainnya yang saat itu melakukan kunjungan kerja di Jakarta.

Salah satu anggota dewan yang diperiksa tersebut adalah HM Asera, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kalteng.

Saat dikonfirmasi ketika berada di Jakarta, Senin (29/10/2018) pagi Asera yang merupakan Ketua Dewan Syuro PKB Kalteng ini, mengatakan, sempat diperiksa selama tiga jam, setelah rekan-rekannya ditangkap di Hotel Sultan Jakarta, malam itu.

Baca: Kesaksian Warga Sebut Ada Pesawat Jatuh di Laut, Pencarian Pesawat Lon Air JT 610 Dilakukan

Baca: Nyesek! Sang Kekasih Nikahi Wanita Lain Setelah 6 Tahun Pacaran, Kisahnya Viral

Baca: Maia Estianty Resmi Jadi Istri Irwan Mussry, Aku Ingin Berbahagia Seperti Hari Ini Selamanya

"Saat itu, saya sedang berada di kamar atas hotel, kemudian mau turun ke lobi hotel tempat mereka berkumpul, tetapi saat berada di bawah hotel, semua rekan saya sudah diangkut ke KPK, kemudian saya dengan inisiatif sendiri datang serta melapor ke KPK dan diberikan kartu sebagai tamu KPK," ujar Asera.

Dikatakan Asera, dia diperiksa sekitar tiga jam oleh penyidik KPK bernama Akbar, dan sudah diungkapkan semua yang diketahui tentang masalah perkebunan tersebut.

"Saya ungkapkan semua seterang-terangnya, tidak ada yang ditutupi," ujarnya.

Terutama, yang terkait dengan masalah perizinan perkebunan, pertambangan, termasuk soal pencemaran lingkungan semuanya dibuka di hadapan penyidik KPK.

"Sekitar tiga jam diperiksa, saya dipersilakan pulang dan HP saya juga dikembalikan, mungkin lusa saya balik ke Palangkaraya," ujarnya. www. banjarmasinpost.co.id/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved