Anggota DPRD Kalteng Kena OTT KPK

OTT KPK, Anggota DPRD Kalteng Pernah Soroti Soal Limbah Perusahaan Kelapa Sawit

Komisi B DPRD Kalteng, salah satu tugas dan fungsinya yakni mengawasi masalah lingkungan hidup, dan perkebunan serta kehutanan

OTT KPK, Anggota DPRD Kalteng Pernah Soroti Soal Limbah Perusahaan Kelapa Sawit
istimewa/dprd kalteng
Lokasi kawasan Sungai Sembuluh di Kecamatan Danau Sembuluh Kabupaten Seruyan, Kalteng yang disebut tercemar kimbah sawit. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kabar santer yang menyebar, kasus yang membelit delapan anggota DPRD Kalteng, yang terjaring operasi tangkap tangan KPK terkait masalah lingkungan dan perkebunan kelapa sawit, sudah mencuat sejak beberapa minggu yang lalu.

Komisi B DPRD Kalteng, salah satu tugas dan fungsinya yakni mengawasi masalah lingkungan hidup, dan perkebunan serta kehutanan, gencar menyoroti dugaan pencemaran dan perizinan perkebunan kelapa sawit di Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalteng.

Bukan hanya itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng, Punding LH Bangkan, bahkan menyoroti adanya penanaman pohon sawit di bantaran Danau Sembuluh yang luasnya hingga ribuan hektare diduga menyalahi ketentuan.

Baca: Mana Gambar Matahari yang Menjadi Pilihanmu? Ayo Ungkap Karakter Pribadi

Baca: Serangan Udara Militer Israel, Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Rusak

Baca: Judulnya Bikin Melongo, Tema Sinetron tentang Azab Selalu Soal Pedagang Curang

"Ini jelas melanggar aturan," ujar Punding LH Bangkan.

Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Rawing Rambang, saat ditanya terkait penanaman sawit di bantaran Danau Sembuluh membenarkan bahwa penanaman tersebut menyalahi aturan.

"Itu menyalahi aturan, jika menggunakan aturan yang berlaku saat ini," ujarnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, tangkap‎ tangan terhadap anggota DPRD Kalteng tersebut diduga berkaitan dengan pembuangan limbah PT Bina Sawit Sawit Abadi Pratama di Danau Sembuluh.

Tak hanya mengamankan anggota DPRD Kalteng dan pihak swasta, tim juga menyita uang ratusan juta rupiah dalam operasi senyap kemarin.

Uang yang disita itu diduga bagian dari komitmen fee pengusaha kepada sejumlah anggota DPRD Kalteng untuk mengurus pembuangan limbah sawit di Danau Sembuluh. www.banjarmasinpost.co.id/ faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved