Anggota DPRD Kalteng Kena OTT KPK

4 Anggota DPRD Kalteng Jadi Tersangka, KPK Seru Manajer Legal Anak Usaha Sinar Mas Serahkan Diri

Para anggota DPRD Kalteng penerima suap disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

4 Anggota DPRD Kalteng Jadi Tersangka, KPK Seru Manajer Legal Anak Usaha Sinar Mas Serahkan Diri
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Penyidik KPK menunjukkan barang bukti uang hasil operasi tangkap tangan (OTT) disaksikan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Basaria Panjaitan, di kantor KPK, Jakarta, Selasa (6/6/2017). KPK mengamankan barang bukti uang Rp 150 juta dan enam tersangka diantaranya Ketua Komisi B DPRD Jatim Mochammad Basuki serta Kepala Dinas Pertanian Jatim Bambang Heryanto dan Kepala Dinas Peternakan Jatim Rohayati terkait suap pembayaran per triwulan terkait pelaksanaan tugas pengawasan dan pemantauan DPRD tentang penggunaan anggaran di Provinsi Jatim. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Diawali Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (26/10/2018), KPK menetapkan empat anggota DPRD Kalteng sebagai tersangka suap dari perusahaan sawit terkait pembuangan limbah pengolahan sawit.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau Teguh Dudy Syamsuri Zaldy menyerahkan diri.

Teguh Dudy Syamsuri Zaldy yang merupakan Manager Legal PT Bina Sawit Abadi Pratama (BAP) diduga sebagai pihak pemberi dalam kasus ini.

"Kepada Teguh Dudy Syamsuri Zaldy, Manager Legal PT Binasawit, kami imbau agar menyerahkan diri ke KPK. Penyidik akan mengagendakan pemeriksaan awal pada Senin depan," kata Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarief, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/10/2018).

Baca: Serangan Udara Militer Israel, Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Rusak

Baca: Judulnya Bikin Melongo, Tema Sinetron tentang Azab Selalu Soal Pedagang Curang

Baca: OTT Anggota DPRD Kalteng, Satgas KPK Amankan Uang Rp 240 Juta

Teguh adalah tersangka kasus penerimaan hadiah atau janji terkait dengan tugas dan fungsi pengawasan DPRD dalam bidang perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan lingkungan hidup di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2018.

PT BAP merupakan anak perusahaan PT Sinar Mas Agro Rersources and Technology (SMART).

Diawali Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (26/10/2018), KPK menetapkan empat anggota DPRD Kalteng sebagai tersangka suap dari perusahaan sawit terkait pembuangan limbah pengolahan sawit.

Empat angota DPRD yang menjadi tersangka tersebut diantaranya, Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalten Punding LH Bangkan, dan dua anggota Komisi B DPRD yakni Arisavanah dan Edy Rosada.

Selain itu, KPK menetapkan tersangka para pemberi suap yakni, Direktur PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) atau Wadirut PT Smart (Sinar Agro Resources and Technology), CEO PT BAP wilayah Kalimantan Tengah bagian utara, Willy Agung Adipradhana dan Manajer Legal PT BAP, Teguh Dudy Syamsury Zaidy.

Keempat anggota DPRD diduga menerima uang Rp 240 juta dari penyuap.

Para anggota DPRD Kalteng penerima suap disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara para tersangka pemberi suap disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPK Imbau Manager Legal Anak Usaha Sinar Mas Serahkan Diri, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/10/27/kpk-imbau-manager-legal-anak-usaha-sinar-mas-serahkan-diri.
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved