Kabar Kalsel

Pertambangan Ancam Meratus, Kota Barabai Terancam Tenggelam

Pihaknya sangat berharap WALHI dan kawan-kawan terus berjuang dan berusaha memenangkan gugatan tersebut, menyelamatkan bumi murakata dari tambang

Pertambangan Ancam Meratus, Kota Barabai Terancam Tenggelam
dok tribunkalteng
Lereng Gunung Meratus

TRIBUNKALTENG.COM, BARABAI - DITOLAKNYA gugatan WALHI oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terhadap Menteri ESDM dan PT Mantimin Coal Mining atas terbitnya SK Menteri ESDM Nomor 441.K/30/DJB/2017 mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Robby Putera Dayak, Badan Pengurus Harian (BPH) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menuturkan bahwa AMAN HST adalah payung hukumnya masyarakat adat di Kabupaten HST.

"Secara organisasi masyarakat adat kami tetap bersama-sama mendukung penolakan tambang dengan gerakan yang dibangun oleh masyarakat dan pemda," katanya, Selasa (23/10).

Pihaknya sangat berharap WALHI dan kawan-kawan terus berjuang dan berusaha memenangkan gugatan tersebut, menyelamatkan bumi murakata dari tambang atau perkebunan sawit.

Baca: Banjir Bandang Akibat Kawasan Meratus Rusak

Baca: Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2018 dan Lokasi Tes CAT di 33 Provinsi

Baca: Mobil Meledak Usai Isi BBM, Ketahui Beberapa Faktor Ini Bisa Jadi Pemicu

"AMAN sangat mendukung WALHI dan kawan-kawan melanjutkan perjuangannya, dan selalu berharap yang terbaik untuk Kabupaten Hulu Sungai Tengah," tegas Robby.

Pihaknya akan berusaha keras mendorong perda masyarakat adat agar dapat melindungi wilayah adat Pegunungan Meratus dari ancaman-ancaman lainnya di kemudian hari.

"Kami sangat berharap pemerintah daerah segera bertindak karena kasus ini sebuah pelajaran. Bahwa melindungi dan menjaga lebih baik daripada melawan," lanjutnya.

Ditegaskan dia, sebelum terjadi kerusakan di wilayah Pegunungan Meratus yang notabene wilayah hidup masyarakat adat, maka buatlah segera aturan untuk pengelolaannya agar tanah adat dijaga oleh aturan adat bersama pemerintah dan UU.

"Dampak dari tambang sudah sangat jelas tidak ada yang menguntungkan bagi masyarakat dan lingkungan. Perubahan iklim atau tatanan kehidupan pasti akan berpengaruh baik itu untuk wilayah itu sendiri maupun sekitarnya," tegasnya lagi.

Robby mencontohkan daerah-daerah yang sudah terkena tambang, yang mengalami kerusakan parah terhadap lingkungan.

Selain itu, lanjut dia, sistem pertanian dan perkebunan yang merupakan identitas HST akan terganggu bahkan bisa hilang, karena sistem irigasi rusak dengan keberadaan tambang.

"Kota Barabai bisa tenggelam jika banjir. Secara detil tentang dampak lingkungan akibat tambang, kawan-kawan Walhi lebih mengetahui," imbuhnya.

Sementara itu, A Chairiansyah, Plt Bupati HST masih belum bisa dimintai komentarnya soal masalah tersebut.

BPost yang mencoba menghubngi melalui nomor ponsel dan Whatsapp, belum ada respons hingga berita ini diturunkan. (Banjarmasin Post edisi cetak)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved