Kabar Kalsel

Heboh Penangkapan 'Babi Ngepet', Binatang Itu Lalu Dipotong dan Dibuang ke Laut

Babi yang tertangkap warga ini diduga biang keresahan karena beberapa waktu terakhir ini warga kerap kehilangan uang.

Heboh Penangkapan 'Babi Ngepet', Binatang Itu Lalu Dipotong dan Dibuang ke Laut
istimewa/polsek aluh-aluh
Babi hutan yang menghebohkan warga Desa Podok karena dikira jelmaan babi ngepet 

TRIBUNKALTENG.COM, MARTAPURA - Warga Desa Podok, Kecamatan Aluhaluh, Kabupaten Banjar kini sudah tenang. Sebelumnya sempat digegerkan isu Babi ngepet karena ada satu ekor babi yang ditangkap warga.

Nasib babi yang tertangkap itu berujung disembelih dan dagingnya dibuang ke laut.

Babi yang tertangkap warga ini diduga biang keresahan karena beberapa waktu terakhir ini warga kerap kehilangan uang.

Di desa podok, kecamatan Aluhaluh itu warga menangkap babi hutan dan langsung menduganya babi ngepet yang meresahkan warga desa pondok, kabarnya lagi karena satu bulan ini banyak kehilangan uang.

Baca: Desa Podok Geger Babi Ngepet, Babi Disandera Hingga Pagi

Baca: Soal Gosip Nikahi Rossa, Afgan: Senanglah Didoain Cepat Merried

Baca: Pemandu Lagu Cantik Itu Akhirnya Meninggal Usai Kecelakaan Saat Sedang Bersama Pria Beristri

"Sudah disembelih dibuang laut, posisi ditangkap pemukiman saat itu. Terbukti babi biasa," ucap Kapolsek Aluh Aluh Iptu H M Rojin melalui Bhabinkamtibmas setempat Brigadir Janu, Senin (22/10).

Ya, itu bukan babi ngepet tapi babi biasa. Bhabinkamtibmas imbau masyarakat desa podok agar tidak termakan isu yang berkembang sebelum ada bukti benar.

Sabtu (20/10) tari Babi yang ditangkap masih diamankan warga Desa Podok. Kini sudah disembelih atas kesepakatan warga setempat.

"Iya babi biasa, tapi tidak ada hutan di sekitar desa ini. Mungkin bisa saja yang lepas, yang jelas babi biasa bukan babi ngepet . Tubuhnya tak sampai sebesar kambing dewasa, paling sebesar anak kambing. Babinya kurus ," ucap Brigadir Janu.

Kehadiran babi yang kemudian ramai-ramai ditangkap warga ini memang momennya bertepatan di saat banyak warga yang mengeluh kehilangan sejumlah uang.

"Hasil kesepakatan musyawarah masyarakat setempat. Untuk membuktikan apakah babi itu babi hutan atau jadi-jadian, agar tidak simpang siur. Yang jelas warga kondusif, hanya saja menghendaki babi dipotong saja," katanya. (banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved