Bisnis dan Ekonomi

Unilever Akhirnya Produksi Sendiri Teh Sariwangi

Mengenai kompetisi di tengah banyaknya produk teh celup dan teh olahan lainnya, Unilever tak merasa khawatir dan tetap maju

Unilever Akhirnya Produksi Sendiri Teh Sariwangi
Instagram/sariwangi_id
Perusahaan teh celup Sariwangi dinyatakan bangkrut pada Rabu (17/10/2018). 

Adapun jauh-jauh hari, UNVR sempat melakukan pembaruan untuk segmen teh celup dengan merilis brand produk Sarimurni.

Menurut laporan keuangan tahun 2017, kategori teh ini berhasil memberikan pertumbuhan yang positif serta peningkatan marjin yang signifikan karena harga komoditas yang lebih rendah dan karena adanya inisiatif penghematan.

UNVR menilai Sarimurni menunjukkan kinerja yang sangat kuat, cukup sukses meningkatkan pangsa pasar dan memposisikan diri sebagai pemimpin pasar pada segmen teh vanila.

Unilever mengklaim Sarimurni tumbuh di atas pertumbuhan rata-rata segmennya di tahun 2017 lalu.

Menilik laporan keuangan perseroan sampai semester-I 2018, sektor makanan dan minuman (mamin) menyumbang 33% dari total pendapatan UNVR, yakni Rp 7,117 triliun.

Capaian penjualan mamin naik mini kurang dari 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rp 7,110 triliun.

Sementara penyumbang terbesar berasal dari segmen home and personal care sebanyak Rp 14,06 triliun di semester-I 2018. Jumlah tersebut turun mini dibandingkan capaian di semester-I 2017 yang senilai Rp 14,15 triliun.

Secara total penjualan bersih UNVR tercatat turun sekitar 0,3% menjadi Rp 21,18 triliun dari sebelumnya Rp 21,26 triliun.

Sedangkan laba bersih yang diperoleh pada paruh pertama tahun ini sebesar Rp 3,69 triliun, turun sekitar 0,5% dibandingkan tahun lalu yang mencatatkan nilai Rp 3,71 triliun.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul: SAEA pailit, Unilever putuskan produksi sendiri teh Sariwangi

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved