Kabar Kampus

Nama Bakal Calon Rektor IAIN Palangkaraya Beredar, Pemilihan Tak Lagi Lewat Senat

Mereka merupakan tiga dosen senior di IAIN Palangkaraya yang secara akademik dinilai mencukupi syarat untuk jabatan tersebut.

Nama Bakal Calon Rektor IAIN Palangkaraya Beredar, Pemilihan Tak Lagi Lewat Senat
Istimewa
Ilustrasi - Gedung perkuliahan di IAIN Palangkaraya 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Jabatan Rektor IAIN Palangkaraya yang kini dijabat Ibnu Elmi AS Pelu, berakhir Maret 2019.

Namun beberapa nama yang kabarnya bakal bertarung untuk menempati posisi itu, kini sudah beredar.

Dari informasi yang berkembang, beberapa nama yang dikabarkan bakal maju dalam bursa calon rektor IAIN Palangkaraya itu antara lain Sardimi, Sadiani, dan Hj Jainab Hartati.

Mereka merupakan tiga dosen senior di IAIN Palangkaraya yang secara akademik dinilai mencukupi syarat untuk jabatan tersebut. Meski sejumlah nama lain dari dosen IAIN Palangkaraya disebut-sebut memiliki kesempatan yang sama karena juga telah mencukupi syarat untuk ikut bertarung.

Baca: 3 Langkah Cek Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 via sscn.bkn.go.id, Terakhir 21 Oktober 2018

Baca: Resmi, IAIN Palangkaraya Menjadi Anggota Konsorsium Universitas Internasional

Baca: Persaingan di 5 Formasi CPNS 2018 di Kemenag Ini Bakal Sangat Ketat untuk Lolos Seleksi CPNS 2018

Baca: Live Streaming RCTI Piala AFC U-19 2018 Timnas U-19 Indonesia Vs Taiwan, Lolos Egy Maulana Vikri Cs

Sedangkan Ibnu Elmi AS Pelu sendiri, disebut-sebut akan memilih 'istirahat' menjadi rektor setelah sukses mengantarkan STAIN Palangkaraya beralih status menjadi IAIN serta membuat berbagai terobosan besar di perguruan tinggi Islam terbesar di Kalteng ini.

"Kalau bicara calon, saat ini belum masa pendaftaran. Yang jelas, siapa pun yang memenuhi syarat, memiliki peluang yang sama untuk mencalonkan diri, termasuk mereka yang berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia," ujar Sekretaris Tim Seleksi dan Penjaringan Bakal calon Rektor IAIN Palangkaraya periode 2019-2023 Akhmad Riady kepada Tribunkalteng.com, Kamis (18/10/2018).

Sesuai Keputusan Dirjen Pendidikan Islam nomor 7293/2015 tentang Pedoman Penjaringan, Pemberian Pertimbangan dan Penyeleksian Rektor/Ketua PTKIN pada Kementerian Agama, sistem pemilihan calon rektor di IAIN Palangkaraya tidak lagi dilakukan melalui rapat senat.

Para bakal calon yang dianggap memenuhi syarat, nantinya akan teruskan kepada Menteri Agama oleh Tim Seleksi dan selanjutnya ditetapkan sebagai rektor setelah melalui beberapa langkah pengujian, termasuk uji kelayakan dan kepatutan (fit and propper test).

Mereka yang akan bertarung dalam bursa calon rektor juga terbuka bagi seluruh dosen di 57 PTKIN yang ada di Indonesia.

"Dengan kata lain, dosen dari PTKIN lain memiliki peluang terpilih menjabat sebagai Rektor di IAIN Palangkaraya. Kami sudah sosialisasikan hal ini kepada seluruh PTKIN se-Indonesia," timpal Riady.

Sebagaimana jadwal, tim seleksi sudah mulai menerima berkas pendaftaran bakal calon Rektor IAIN Palangkaraya pada 30 Oktober-6 November 2018, verifikasi kelengkapan persyaratan administrasi 7-11 November 2018, pengumuman hail verifiksi 12 November, dan penyerahan hasl verifikasi dan kelengkapan administrasi 13 November 2018. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved