Pilpres 2019

Kubu Prabowo-Sandi Sering Dituding Anti-pancasila, ''Dua Tahun Kami Jadi Korban Hoaks''

Hashim menduga tudingan anti-Pacasila dan khilafah, dilontarkan dari kubu lawan di Pemilu Presiden 2019.

Kubu Prabowo-Sandi Sering Dituding Anti-pancasila, ''Dua Tahun Kami Jadi Korban Hoaks''
Taufik Ismail/Tribunnews.com
Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa dalam dua tahun belakangan ini, kubu Prabowo sering dianggap sebagai anti pancasila, dan akan mendirikan negara dengan bentuk khilafah.

Menurut Hashim tudingan tersebut tidak berdasar dan fitnah.

"Kami tidak ingin membuat Khilafah, ini tudingan, konyol, dangkal, itu hoaks. Selama dua tahun kami jadi korban haoks soal khilafah," kata Hashim saat menyambangi redaksi Tribunnews, Kamis, (18/10/2018).

Bagaimana mungkin pihaknya mau membentuk Khilafah. Menurut Hashim tim pemenangan Prabowo Sandi terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk dalam keyakinan agama.

Baca: 3 Langkah Cek Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 via sscn.bkn.go.id, Terakhir 21 Oktober 2018

Baca: Optimistis Bakal Dihukum Rehabilitasi, Roro Fitria Divonis 4 Tahun Penjara

Baca: Kuasa Hukum Kriss Hatta Laporkan Billy Syahputra ke KPI, Ini Alasannya

Baca: Hashim: Bank Dunia Sebut Harga Makanan di Jakarta Dua Kali Lipat dari New Delhi

"Kami sejak satu tahun, dua tahun ini sering dianggap anti Pancasila, mau bentuk khilafah. Saya terbuka saja, saya Kristen Protestan saya sering ke gereja. Pak Budi (wakil direktur BPN) katolik, dan ada yang Hindu," katanya.

Hashim menduga tudingan anti-Pacasila dan khilafah, dilontarkan dari kubu lawan di Pemilu Presiden 2019.

Selain itu menurutnya pihak lawan menggunakan isu tersebut sebagai 'peluru' serangan karena menganggap Pancasila itu hanya sila pertama saja. Menurutnya mereka lupa bahwa ada lima butir dalam Pancasila.

Hashim mengatakan mereka yang jauh dari pancasila adalah mereka yang tidak menerapkan 5 butir dalam pancasila tersebut. Salah satunya yakni butir ke lima yang berbunyi 'Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia'.

"Menurut kami menurut saya. Yang sering terlupakan sila ke lima. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Keadilan sosial, itu karena kita tidak merasa adil situasinya. Kalau kita bicara sila ke lima orang bengong. Menurut Prabowo, kalau sila kelima tidak ditegakkan, sila ketiga terancam," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hashim: Kita Sering Dituding Anti-pancasila, Itu Hoaks, http://www.tribunnews.com/pilpres-2019/2018/10/18/hashim-kita-sering-dituding-anti-pancasila-itu-hoaks.
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved