Kabar Kapuas

Dinas Pertanian Kapuas Kembangkan Tanam Padi Pola Sub Optimal, Ini Tujuannya

Mempertahankan status lumbung padi, Dinas Pertanian Kapuas mengembangkan tanam padi dengan pola sub optimal di lahan seluas 1.250 hektare

Dinas Pertanian Kapuas Kembangkan Tanam Padi Pola Sub Optimal, Ini Tujuannya
tribunkalteng.com/fadly setia rahman
Saat Panen padi unggul di kawasan Sei Pitung Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah (Kalteng) 

TRIBUNKALTENG.COM, KAPUAS -  Mempertahankan status lumbung padi, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas mulai mengembangkan tanam padi dengan pola sub optimal di lahan seluas 1.250 hektare.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Jarwadi, Selasa (16/10) mengatakan, pengembangan padi pola sub optimal mulai diterapkan pertengahan tahun tadi mulai menerapkan pola sub obtimal. Pola pengembangan padi ini, mengganti program pengembangan pola Hazton program 2017 lalu.

Menurutnya, tahun ini berubah nama yang lebih spesifik lokasinya khusus untuk daerah KalimantanYakni dengan memanfaatkan lahan pasang surut.

Baca: Denmark Open 2018, Kalahkan Wakil Cihna, Gregoria Mariska Melaju ke Babak 16 Besar

Baca: Tiga Tersangka OTT Suap Izin Meikarta Belum Ditahan KPK

Baca: Kerangka Bocah Mulutnya Disumpal Batu Berukuran Besar, Makam Anak Vampir?

Adapun pelaksanaan pengembangan padi pola baru ini difasilitasi dengan bantuan benih, pupuk organik cair, pembenah tanah dan peptisida dengan dana yang bersumber dari anggaran tugas pembantuan APBN 2018 utuk musim tanam Asep (April-September).

"Masih dalam 2018 ini dikembangkan pula padi gogo seluas 200 hektare serta jagung hibrida seluas 220 hektare di lahan yang belum produktif dan terintegrasi dengan perkebunan," pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Kapuas bertekad mempertahankan diri sebagai lumbung padi di Kalimantan Tengah dengan melakukan berbagai kegiatan usaha tani.

Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat mengajak para petani untuk manfaatkan lahan pertanian secara maksimal serta mengalihkan fungsi lahan pertaniannya.

Baca: Terima Tantangan Duel Khabib Nurmagomedov, Ini Kata-kata Floyd Mayweather

Baca: AISI Optimis Pasar Motor Positif Meski Rupiah Melemah, Prediksi Penjualan Tembus 6 Juta Unit

"Saya harapkan kepada penyuluh pertanian, mantri tani dan petugas pengairan agar menjalankan tugasnya membantu para petani menggarap lahannya sehingga dapat menghasilkan padi sebagai sumber pangan pokok bangsa kita," pinta Ben.

Terkait Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober, suami Ary Egahni Ben Bahat ini mengingatkan kembali tentang  pentingnya meningkatkan kesadaran, perhatian, dan tindakan masyarakat.

Yaitu terhadap pentingnya penanganan masalah pangan seperti kelaparan dan kebutuhan untuk menjamin keamanan pangan dan makanan bergizi. (tribunkalteng.com/fadly setia rahman)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved