Kabar Kalsel

Berkas Kasus Pungli Sertifikat Prona Diterima Kejaksaan, Kades Uwie Langsung Ditahan

Kades Uwie, AR (48) tersangka kasus dugaan pungli pembuatan sertfikat prona ditahan Kejari Tabalong.

Berkas Kasus Pungli Sertifikat Prona Diterima Kejaksaan, Kades Uwie Langsung Ditahan
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Kasipidsus Kejari Tabalong, M Ali Rizza menjelaskan penahanan Kades Uwie, AR (48) terkait kasus pungli pembuatan sertifikat prona. 

TRIBUNKALTENG.COM, TANJUNG-Setelah menjalani proses pemeriksaan di Polres Tabalong, kasus dugaan pungli pembuatan sertifikat prona di Desa Uwie, Kecamatan Muarauya, dilimpahkan ke Kejari Tabalong, Senin (15/10/2018)

Pelimpahan kasus dengan tersangka Kades Uwie, Ar (48) ini setelah berkas dinyatakan lengkap dan kemudian prosesnya ditingkatkan ke tahap penututan.

Dalam pelimpahan ini, Ar yang ketika proses di polres masih belum dikenakan penahanan, langsung ditahan pihak kejaksaan dengan menitipkannya ke Rutan Tanjung.

Penahanan terhadap tersangka dilakukan setelah beberapa jam menjalani pemeriksaan dengan didampingi kuasa hukumnya, M Irana Yudiartika, di bagian pidana khusus Kejari Tabalong.

Baca: Atiqah Hasiholan Akhirnya Jenguk Sang Bunda, Bicarakan Ini Dengan Ratna Sarumpaet

Baca: Bohong Kabar Habib Habib Umar Bin Hafidz Ditangkap, Penyebar Bisa Dijerat UU ITE

Baca: Kliwon Tewas Ditangan Tetangganya, Cekcok Rebutan Air Sumur

"Setelah selesai pemeriksaan tadi tersangka memang langsung dilakukan penahanan," kata Kuasa Hukum tersangka, M Irana Yudiartika yang ditemui usai pelimpahan.

Terkait penahanan ini, pihaknya sudah berupaya secara lisan dan akan ditindaklanjuti secara tertulis untuk meminta penangguhan penahanan.

"Tetapi semua kembali kepihak penyidik maupun penututan karena itu menjadi kewenangan mereka dan kami akan menghormati hingga ke proses selanjutnya," kata Irana.

Terpisah Kasipidsus Kejari Tabalong, M Ali Rizza, yang dikonfirmasi, membenarkan pihaknya ada menerima pelimpahan berkas kasus dugaan pungli sertifikat prona yang melibatkan oknum kades.

"Hari ini juga kami lakukan penahanan terhadap yang bersangkutan karena memang nantinya ditakutkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya," kata kasipidsus.

Selain itu juga untuk mempercepat proses di persidangan sehingga pihak kejaksaan melakukan penahanan selama 20 hari.

Baca: Tanpa Lina, Terungkap Isi dari Kemegahan Rumah Sule yang Dihuni Bersama Anaknya

Baca: Jatuh Dari Lantai 4 Kampusnya, Begini Kondisi Mahasiswa Uniska Banjarbaru Ini

Untuk kasusnya sendiri, bermula dari OTT Polres Tabalong dengan dugaan pungli pembuatan sertifikat prona dengan besaran pungutan dari Rp.800 ribu sampai Rp. 1 juta.

"Saat OTT barang bukti yang disita sekitar Rp. 43.700.000," ungkapnya.

Selain uang itu, dalam kasus ini juga ada disita barang bukti berupa beberapa buah sertifikat, kwitansi, catatan siapa saja yang sudah bayar dan dokumen lainnya.

Sedangkan uang pungutan yang diminta kepada pemohon sertifikat dari BAP tersangka diakui untuk membayar biaya operasional lapangan seperti untuk proses pengukuran.

Diketahui, OTT terhadap tersangka dilakukan Selasa (20/3/2018) sekitar pukul 16.45 Wita di Desa Uwie, Kecamatan Muarauya, Tabalong. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved