Kabar Palangkaraya

Wartawan dan Mahasiswa Diberikan Literasi Digital Cegah Radikalisme dan Terorisme

FKPT Kalimantan Tengah, menggelar literasi digital sebagai upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di Kalimantan Tengah.

Wartawan dan Mahasiswa Diberikan Literasi Digital Cegah Radikalisme dan Terorisme
tribunkalteng.com/fathurahman
Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Tengah, menggelar kegiatan literasi digital sebagai upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di Kalimantan Tengah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Tengah, menggelar kegiatan literasi digital sebagai upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di Kalimantan Tengah.

Kegiatan tersebut diikuti kalangan mahasiswa, wartawan, tokoh masyarakat hingga kalangan organisasi kepemudaan yang ada di Kalimantan Tengah, hingga para tokoh agama serta tokoh pemuda di Kalteng.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa nara sumber yang menjadi pembicara, Brigjen TNI Hendry Pahruman Lubis, Ika Safitri, Yosef Adi Pasetyo yang merupakan pakar yang mebidangi masalah terorisme dan jurnalistik.

Baca: Sanksi Komdis PSSI Buat Arema FC dan Persebaya di Liga 1 2018, Aremania: Tidak Adil

Baca: Harga Samsung Galaxy A7 Jauh Lebih Murah dari iPhone Terbaru, Spesifikasinya Mumpuni.

Baca: Denny Sumargo Komentari Foto Seksi Dita Soedarjo Jelang Pernikahan, Dita : Dia Pria Terbaik

Baca: Siang Ini Tablig Akbar Habib Umar di Samarinda, Ribuan Jamaah Padati Masjid Islamic Center

Baca: Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Sampit dan Temukan Ini

Baca: Masih Gagal Download Kartu Pendaftaran PNS 2018 di sscn.bkn.go.id? Pakai Cara Ini

Dalam kesempatan tersebut, diungkapkan, wartawan atau media dan netizen, tidak mudah dalam menyebarkan berita di media sosial, karena, saat ini masih banyak beredar berita hoax yang menyebar di media sosial.

Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetyo, pada kegiatan literasi digital Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Palangkaraya tersebut, mengingatkan, agar media masa mainstreem, tidak mudah mengambil berita yang beredar di media sosial, karena masih banyak yang hoax.

"Jangan asal ambil berita di media sosial yang tujuannya tidak jelas, apalagi yang berbau provokatif maupun yang bisa memecah belah, apalagi soal live penangkapan teroris, karena media bisa dimanfaatkan oleh teroris untuk memprovokasi massa," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Humas FKPT H Sutransyah, Jumat (12/10/2018), mengatakan, perlunya wartawan dan mahasiswa juga masyarakat mendapatkan ilmu dari ahlinya sehingga tidak mudah dalam menyebarkan berita hoax di media sosial.

"Dengan kegiatan ini tentu ilmu kita akan bertambah, dan bisa memilah dan memilih berita yang berkualitas dan tidak ikut-ikutan dalam menyebarkan berita hoax, tetapi selayaknya menangkis berita hoax,"ujarnya. (tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help