Kalteng Kita

Ujicoba Tanam Padi di Lahan Gambut Kalampangan, Buka 5 Hektare Lahan Habiskan Rp 86 Juta!

Upaya untuk memberdayakan lahan gambut agar menjadi kawasan pertanian yang produktif, kini tengah digarap Bank Indonesia Perwakilan Kalteng.

Ujicoba Tanam Padi di Lahan Gambut Kalampangan, Buka 5 Hektare Lahan Habiskan Rp 86 Juta!
tribunkalteng.com/reni
Ilustrasi - Lahan pertanian di lahan gambut Kapuas 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Upaya untuk memberdayakan lahan gambut agar menjadi kawasan pertanian yang produktif, kini tengah digarap Bank Indonesia Perwakilan Kalteng.

Bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Palangkaraya, Balai Penerapan Teknologi Pertanian (BPTP) serta kelompok tani di Kelurahan Kalampangan, Kota Palangkaraya,  5 hektare lahan gambut yang sebelumnya berupa lahan tidur, kini disulap menjadi sawah.

Selasa (9/10/2018), penanaman padi perdana di lahan gambut telah mulai dilakukan.

Baca: Piala AFC U-19 2018 - Ini 23 Pemain Resmi Timnas Indonesia U-19 , Ada Nama Egy Maulana Vikri

Baca: Lebih Rp 500 Miliar Kredit Perbankan di Kalteng Bermasalah, BI: Risiko Masih Level Aman

Baca: Indonesia Kirim 16 Pemain Terbaik di Denmark Open 2018, Ini Daftarnya

Baca: Jelang Laga Piala Asia U-19 2018 Timnas U-19 Indonesia vs Yordania, Live RCTI

"Program ini semacam demplot yang nantinya diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pihak berwenang untuk mengembangkan kawasan pertanian di lahan gambut dalam skala yang lebih luas dalam upaya ketahanan pangan," ujar Asisten Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Setian, Kamis (11/10/2018).

Ada lima hektare kawasan lahan tidur di areal gambut Kalampangan yang dibuka untuk keperluan program tersebut.  Dari luasan itu, 1 hektare diperuntukkan bagi padi organik dan 4 hektare untuk padi anorganik.

"Ujicoba penanaman padi organik dan anorganik ini dilakukan untuk mengetahui biaya dan manfaat (cost to benefit) dari dua jenis penanaman lahan gambut. Dengan begitu, bisa diketahui solusi terbaik yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produksi padi di Kalteng," timpal Setian.

Namanya saja membuka lahan tidur yang awalnya masih berupa semak belukar. Untuk pembukaan lahan saja yang luasnya 5 hektare serta penyediaan sejumlah sumur bor, terungkap biaya yang dikeluarkan untuk program ini mencapai Rp 86 juta. Itu belum termasuk penyediaan bibit, pupuk, hingga pasca panen. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help