Bisnis dan Ekonomi

Lebih Rp 500 Miliar Kredit Perbankan di Kalteng Bermasalah, BI: Risiko Masih Level Aman

Kontraksi terhadap penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), terindikasi dialami perbankan di Kalteng.

Lebih Rp 500 Miliar Kredit Perbankan di Kalteng Bermasalah, BI: Risiko Masih Level Aman
ISTIMEWA
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kontraksi terhadap penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), terindikasi dialami perbankan di Kalteng.

Meski mengalami perlambatan, kualitas krredit perbankan di Kalteng mengalami perbaikan. Ini tercermin dari perbaikan rasio Non Performing Loan (NPL) pada Agustus 2018.

Hal ini terungkap dalam rilis bulanan indikator makro ekonomi Kalteng bulan Agustus 2018 yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Kalteng, Kamis (11/10/2018).

Baca: Piala AFC U-19 2018 - Ini 23 Pemain Resmi Timnas Indonesia U-19 , Ada Nama Egy Maulana Vikri

Baca: Tinggal 4 Hari Lagi Pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id, Sudah 202.280 Pelamar untuk Kemenag RI

Baca: Jokowi dan Prabowo Bergantian Hadiri Rakernas LDII

Baca: PSM Bidik Puncaki Klasmen Lengserkan Persib Bandung, Robert Rene Minta Pemainnya Fokus

Baca: Aktivis di Nigeria Suarakan Pembebasan Terpidana Mati Berusia 100 Tahun

Asisten Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Setian, menyebut kualitas pembiayaan perbankan  dari sisi lokasi bank sebesar 1,11 persen dan dari sisi lokasi proyek sebesar 1,12 persen.

"Hal ini menunjukkan, risiko kredit di Kalteng masih terjaga pada level aman," kata Setian.

Sampai Agustus 2018, kredit yang disalurkan kalangan perbankan di Kalteng mencapai 50,026 triliun. Jika dihitung persentasi kualitas pembiayaan perbankan dari sisi lokasi bank sebesar 1,11 persen, berarti setidaknya ada lebih dari Rp 500 miliar kredit yang bermasalah.

Dikatakan bermasalah, bisa jadi karena meragukan, atau macet alias tidak dilanjutkan pembayarannya.

Berdasarkan lokasi proyek, sebut Setian, kredit perbankan di Kalteng  masih didominasi kredit di Lapangan Usaha (LU) pertanian dan perdagangan dengan nominal masing-masing Rp 28,96 triliun dan Rp 5,46 triliun.

"Dari sisi kualitas pembiayaan, kredit di LU pertambangan masih memiliki tingkat kualitas kredit yang paling rendah dibanding lainnya dengan NPL tercatat 5,15 persen selama Agustus 2018," kata Setian. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved