Kabar Dunia

Aktivis di Nigeria Suarakan Pembebasan Terpidana Mati Berusia 100 Tahun

Pria bernama Celestine Egbunuche ini disebut sebagai terpidana mati tertua di Nigeria dan kini sekelompok aktivis menyuarakan pembebasannya.

Aktivis di Nigeria Suarakan Pembebasan Terpidana Mati Berusia 100 Tahun
Global Society For Anti-Corruption
Paul Egbunuche (41) memeluk ayahnya, Celestine (100). Keduanya selama 18 tahun terakhir berstatus terpidana mati. 

"Saya selalu berada di dekatnya, berbicara, dan bermain dengan dia," lanjut Paul.

Paul menambahkan, narapidana lain terkadang membantu mengurus Celestine dan sebagian besar dari mereka ingin agar pria tua itu dibebaskan.

Pada 4 Agustus lalu, Celestine genap berusia 100 tahun, peristiwa ini diharapkan bisa berujung pada dibebaskannya Celestine.

Sebuah foto Paul yang memeluk Celestina menjadi viral di media sosial pada Agustus lalu setelah sebuah media lokal membuat kisahnya.

Kisah itu kemudian memicu perdebatan tentang terlalu lamanya para terpidana mati di Nigeria menanti eksekusi hukuman mereka.

Menurut data terbaru dari Badan Pemasyarakatan Nigeria, terdapat lebih dari 2.000 orang terpidana mati yang sebagian besar sudah bertahun-tahun menunggu eksekusi.

Hukuman mati amat jarang dilakukan di Nigeria. Antara 2007 hingga 2017 hanya ada tujuh eksekusi hukuman mati di negeri itu.

Eksekusi terakhir terjadi pada 2016. Demikian menurut laporan Amnesti Internasional.

Franklin Ezeona adalah presiden Masyarakat Anti-Korupsi Global (GSAC), organisasi non-pemerintah yang membawa kasus Celestine ke ranah publik.

Baca: Pamer Property Seharga Rp 350 Miliar dari Helikopter, Netter Malah Minta Ini ke Bang Hotman

Baca: Giliran Gempa 6,3 SR Guncang Situbondo, 3 Korban Ditemukan Meninggal Tertimpa Reruntuhan

Ezeona sudah membuat petisi untuk mendesak pemerintah Nigeria membebaskan Celestine.

Halaman
1234
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved