Gempa Bumi Donggala Palu

Winda Menangis Mengira Kiamat, Disuruh Baca Syahadat

Malam selepas magrib Winda yang tengah berada ruang tengah keluarga merasakan keganjilan alam yang luar biasa.

Winda Menangis Mengira Kiamat, Disuruh Baca Syahadat
Tribunnews.com/Dany Permana
Winda Evianti (21) 8). 

TRIBUNKALTENG.COM -- Gempa berkekuatan 7,4 SR disertai tsunami yang mengguncang Kota Palu, Donggala dan sekitarnya, menimbulkan efek lain yang mematikan yaitu likuifaksi dan tanah amblas.

Likuifaksi atau fenomena pergerakan tanah tersebut menerjang kawasan Perumnas Petobo, Kota Palu, wilayah Mpano, Sidera, Jono Oge, dan Lolu, di Kabupaten Sigi. Sementara Perumnas Balaroa mengalami tanah amblas yang membuat jalan di kawasan tersebut berada selevel dengan atap rumah warga.

Akibat amblasnya tanah di Perumnas Balaroa tersebut, menurut data Aksi Cepat Tanggap (ACT) ribuan orang diduga masih tertimbun di dalam rumahnya.

Satu diantara korban selamat adalah Winda Evianti (21) yang di malam naas tersebut tinggal bersama Mama dan satu orang adiknya.

Baca: Warga Demo Gubernur Kalbar, Sampaikan 7 Tuntutan Ini

Baca: Besok Menjamu Persiba Balikpapan, Martapura FC Incar Point Terakhir di Kandang

Baca: Bantuan Polda Kalteng Tiba di Lokasi Gempa Sulteng, Ini yang Mereka

Winda sebagaimana dilansir Tribunnews.com  menceritakan di sekitar rumahnya yang telah amblas tersebut menuturkan getirnya Jumat malam tanggal 28 September 2018 tersebut.

Dengan terbata menahan haru sekaligus kengerian, malam selepas magrib Winda yang tengah berada ruang tengah keluarga merasakan keganjilan alam yang luar biasa.

Goyangan gempa pertama membuatnya terpaku sekaligus berteriak memanggil Mamanya. Sementara seingat dia adik perempuannya saat goyangan pertama masih berada di kamarnya.

Belum habis kekagetannya terhadap goyangan gempa dahsyat tersebut, Winda mendengar tanah bergemuruh dengan kerasnya. Dia bersama Mamanya refleks melihat keadaan di luar rumahnya.

Ternyata jalanan di depan rumahnya telah naik sedikit di atas kusen rumahnya, bersamaan dengan meledaknya tegel rumah yang terdorong oleh tekanan tanah yang menghimpit.

"Mama memanggil adik untuk keluar kamar dan berkumpul di ruang tamu agar kita sesegera mungkin keluar dari rumah mencari ertolongan," tutur Winda.
Halaman selanjutnya

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved