Kabar Palangkaraya

Kunjungi Seruyan, DPRD Kalteng Soroti Sawit di Daerah Aliran Sungai

DPR Kalimantan Tengah melakukan kunjungan kerja ke daerah di Kabupaten Seruyan.

Kunjungi Seruyan, DPRD Kalteng Soroti Sawit di Daerah Aliran Sungai
istimewa/dprd kalteng
Lokasi kawasan Sungai Sembuluh di Kecamatan Danau Sembuluh Kabupaten Seruyan, Kalteng yang disebut tercemar kimbah sawit. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah melakukan kunjungan kerja ke daerah di Kabupaten Seruyan.

Dalam kunjungan kerja tersebut, sungai yang ada di sekitar kawasan perusahaan besar swasta (PBS) Perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Danau Sembuluh dan sekitarnya, masih ada yang menanam sawit di daerah aliran sungai.

Sekitar tujuh PBS yang ada di kawasan tersebut yang selama ini tanaman sawitnya tumbuh di daerah aliran sungai sembuluh, padahal itu dilarang sesuai aturan yang berlaku.

Baca: Info CPNS 2018, Formasi Guru dan Kesehatan di Instansi Ini Sepi Peminat

Baca: Terlalu Banyak Konsumsi Kentang Goreng Tingkatkan Risiko Kematian

Baca: Indonesia Turun ke Peringkat 5, Digeser Korea Selatan dan Hong Kong di Asian Para Games 2018

Sekretaris Komisi B (bidang perkebunan) DPRD Kalteng, Punding LH Bangkan, Senin (8/10/2018) mengatakan, ada beberapa perusahaan yang diduga memanen buah sawit pada pohon yang tumbuh di DAS Sembuluh dan DAS lainnya di Kabupaten Seruyan.

"Kami berharap instansi terkait turun ke lapangan untuk memantau, karena dilokasi tersebut ternyata banyak ditumbuhi pohon kelapa sawit yang buahnya dipanen, padahal lokasi itu tidak boleh ditanam didaerah aliran sungai," ujarnya.

Akibat adanya sawit yang tumbuh di sungai tersebut, dikabarkan banyak ikan yang mati ketika berada di kawasan tersebut yang diduga akibat dampak dari pupuk yang dipakai untuk menyubur sawit.

Baca: Warga Pekauman Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri di Menara Masjid, Pesan untuk Ayu Bikin Haru

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kalimantan Tengah , Fahrizal Fitri, mengatakan, pihaknya sempat melihat lokasi dan memerintahkan Kepala BLH seruyan untuk meneliti sampel air di kawasan tersebut.

"Ternyata kami tidak menemukan ikan yang mati, namun untuk memberikan keterangan apakah air sungai tersebut tercemar perlu pembuktian dengan melakukan penelitian langsung di lapangan," ujarnya. www.banjarmasinpost.co.id/ faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved