Gempa Bumi Donggala Palu

Korban Gempa Sulteng Capai 1.571 Orang, Diperkirakan 1.000 Orang Lagi Hilang Terkubur

Korban meninggal dunia akibat gempa-tsunami di Palu dan sekitarnya telah mencapai 1.571 orang dan sebanyak 1.000 lainnya mungkin terkubur.

Korban Gempa Sulteng Capai 1.571 Orang, Diperkirakan 1.000 Orang  Lagi Hilang Terkubur
tribunnews/irwan rismawan
Petugas beserta warga melakukan evakuasi korban gempa bumi yang menerjang Perumahan Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa yang menerjang Palu berkekuatan 7.7 SR pada Jumat (28/9/2018) menyebabkan 90 orang tewas dan ratusan orang hingga kini masih tertimbun dan evakuasi terus dilakukan di Perumahan Balaroa tersebut. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALU - Korban meninggal dunia akibat gempa-tsunami di Palu dan sekitarnya telah mencapai 1.571 orang dan sebanyak 1.000 lainnya mungkin terkubur reruntuhan rumah dan bangunan.

Data mengenai korban meninggal dikemukakan juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Adapun jumlah korban terkubur dipaparkan Badan SAR Nasional.

 "Kami memperkirakan ada lebih dari 1.000 rumah terkubur, jadi mungkin lebih dari 1.000 orang masih hilang," kata Yusuf Latif, Kasubbag Humas Badan SAR Nasional, M Yusuf Latif, kepada kantor berita AFP, hari Jumat (05/10).

Baca: BNPB Perkirakan Gempa Susulan Bisa Guncang Sulteng 1.000 Kali

Baca: Taklukan PSIM Jogjakarta 3-0, Kalteng Putra Dipastikan Masuk Delapan Besar

Baca: Kalteng Sumbang Rp19,1 Miliar Untuk Korban Gempa dan Tsunami Sulteng dan NTB

Yusuf merujuk pada kompleks perumahan Balaroa yang terimbas likuifaksi setelah gempa-tsunami menerjang Palu, pada 28 September 2018 lalu.

"Namun, kami masih belum yakin karena masih ada kemungkinan beberapa orang berhasil keluar," imbuhnya.

Sutopo dalam keterangan pers di Jakarta, hari Jumat (05/10), menyatakan angka korban yang masih dinyatakan hilang bervariasi.

Ada yang memperkirakan antara 500 hingga 1.000 orang.

"Berapa pastinya, kami belum tahu ... jadi kalau berdasarkan laporan atau penuturan warga yang selamat di sana, banyak (yang masih hilang). Berapa angka (pastinya), kami belum bisa menyampaikan," jelas Sutopo.

'Tak ada lagi tanda-tanda kehidupan'

Pencarian antara lain dilakukan di di Hotel Mercure Palu.

Di sini sekumpulan regu penyelamat Indonesia bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat asal Prancis, Pemadam Kebakaran Darurat Internasional, untuk mencari dan menemukan korban.

Baca: Batal Terbang ke Luar Negeri, Ratna Sarumpaet Bakal Dijerat Pasal-pasal Ini

Baca: Arsenal Puncaki Klasemen Grup E Liga Europa Usai Tekuk Tuan Rumah Qarabag dengan 3 Gol Tanpa Balas

Mereka menggunakan beragam cara, termasuk mengutus anjing pelacak serta alat pendeteksi tanda-tanda kehidupan.

"Kemarin kami mendeteksi detak jantung dan tanda pernapasan, tapi tidak ada pergerakan. Itu artinya seseorang tak bergerak, terperangkap. Sekarang tidak ada sinyal," kata Philippe Besson, ketua lembaga Pemadam Kebakaran Darurat Internasional, kepada AFP.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Diperkirakan Masih Ada 1.000 Orang Hilang, Terkubur Akibat Gempa Sulteng

Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved