Gempa Bumi Donggala Palu

Sebar Hoaks Soal Ancaman Gempa Maha Dahsyat, Ibu Rumah Tangga Dijemput Polisi

Perempuan warga kecamatan Krian tersebut sebelumnya menyebarkan informasi tentang gempa dahsyat berkekuatan 9,5 Skala Richter

Sebar Hoaks Soal Ancaman Gempa Maha Dahsyat, Ibu Rumah Tangga Dijemput Polisi
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan (kanan) berbicara dengan UUF, perempuan asal Sidoarjo yang jadi tersangka penyebar hoaks 

TRIBUNKALTENG.COM, SIDOARJO - Seorang perempuan di Sidoarjo diperiksa polisi setelah menyebarkan informasi hoaks melalui media sosial Facebook.

Perempuan warga kecamatan Krian tersebut sebelumnya menyebarkan informasi tentang gempa dahsyat berkekuatan 9,5 Skala Richter yang cukup membuat banyak orang resah.  

Ibu rumah tangga ini menyebarkan informasi bohong itu menggunakan akun Facebooknya tak lama setelah musibah gempa bumi di Palu dan Donggala. 

Baca: Hasil Liga Champion - Satu Gol Lorenzo Insigne Bawa Kemenangan Napoli Atas Liverpool

Baca: Di Liga Champions, Lionel Messi Suka Jebol Gawang Klub Liga Inggris Papan Atas, Ini Catatannya

Baca: Putus Komunikasi dengan Angel Lelga, Vicky Prasetyo Bilang Demi Kebaikan

Dia menulis di akun tersebut tentang 'gempa maha dahsyat sampai 9,5 SR yang akan melanda Indonesia', serta 'LIPI memaswapadai akan terjadinya gempa dengan kekuatan skala besar khususnya di pulau Jawa beberapa waktu kedepannya. Meminta penduduk Bandung utara, Jakarta, waspada serta menyiapkan perbekalan untuk mengantisipasi gempat tersebut.

Tersangka Uuf mengatakan memperoleh informasi itu dari group Whatsapp.

"Saya posting tulisan itu ke Facebook untuk mengingatkan masyarakat," ucapnya di Mapolda Jatim Rabu (3/10/2018).

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan kasus penindakan tersangka penyebar informasi Hoax itu merupakan tindaklanjut dari perintah Presiden Joko Widodo, terkait banyaknya Hoax pasca musibah gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.

"Dari hasil bukti terbukti tersangka melakukan, membuat menyebarkan berita bohong melalui akun Facebook," ujarnya.

Sebelumnya, Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap wanita penggunggah informasi Hoax terkait gempa di Pulau Jawa usai gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tenggah.

Tersangka adalah seorang ibu rumah tangga, inisial UUF (25) warga Desa Jagakan Kecamatan Krian Kabupateb Sidoarjo.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Polisi Ciduk Ibu Rumah Tangga yang Sebar Hoaks Soal Ancaman Gempa Maha Dahsyat, http://surabaya.tribunnews.com/2018/10/03/polisi-ciduk-ibu-rumah-tangga-yang-sebar-hoaks-soal-ancaman-gempa-maha-dahsyat.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved