Kalteng Kita

100 Titik Panas Terpantau di Kalteng, Warga Keluhkan Ini Akibat Kabut Asap

Namun dari seratus titik panas tersebut, ada beberapa kabupaten yang berdasarkan pantauan memang terjadi kebakaran lahan

100 Titik Panas Terpantau di Kalteng, Warga Keluhkan Ini Akibat Kabut Asap
tribunkalteng.com/faturahman
Kabut asap dampak kebakaran lahan dipinggiran Kota Palangkaraya 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Titik panas atau Hotspot yang terpantau melalui Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) cukup tinggi.

Berdasarkan pemantauan data satelit Terra, Aqua serta SNPP, Sabtu, (29/8/2018) mencapai 100 titik panas yang tersebar dihampir semua kabupaten yang ada di Kalteng.

Namun dari seratus titik panas tersebut, ada beberapa kabupaten yang berdasarkan pantauan memang terjadi kebakaran lahan sehingga mengakibatkan munculnya kabut asap.

Kebakaran lahan yang sangat berpotensi terjadi di Kalimantan Tengah terutama di Kotim, Pulangpisau Kapuas dan Katingan, Barsel, Palangkarata, Gunungmas dan Palangkaraya.

Baca: Bandara Syamsuddin Noor Hilang Tertutup Asap, 7 Penerbangan Ditunda

Baca: Live Streaming Piala AFC U-16 2018, Timnas Indonesia U16 vs Australia, ini Prediksi Susunan Pemain

Baca: Data Terkini Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala, BNPB: 48 Orang Meninggal Dunia

Pantauan di Palangkaraya, kabut asap cukup tebal masih menyelimuti, konsentrasi kabut asap cukup tebal terutama waktu pagi hari dan membuat mata warga perih saat bersepeda motor di jalan umum.

Meski begitu kabut asap belum mengganggu penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, karena jarak pandang masih cukup jauh, masih bisa ditolerir untuk penerbangan.

"Hari ini kabut cukup tebal tetapi jarak pandang nasih cukup jauh hingg 3000 meter lebih, tapi bau asap cukup mengganggu juga mata perih saat melaju menggunakan sepeda motor,"ujar Halik warga G Obos Palangkaraya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kalteng, Darliansjah, mengatakan, saat ini pemadaman kebakaran lahan masih terus dilakukan oleh pihaknya melalui jalur udara dan jalur darat.

"Masih berlangsung pemboman air lelalui udara di kawasan lahan yang terbakar,"ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Yayu Indriarti , mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan stok masker di semua pusat pelayanan kesehatan termasuk obat-obatan yang merupakan dampak kebakaran lahan yang memunculkan asap yang tidak baik bagi kesehatan.

"Stok obat maupun masker semua sudah di masing-masing pusat pelayanan kesehatan seperti puskesmas maupun Pustu, memang ada peningkatan untuk penderita ISPA, kami akan pentau terus," ujarnya. (Tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved