Kabar Kalsel

Warga Desa Cabi Sulap Enceng Gondok Jadi Sendal dan Aneka Hiasan

Warga Desa Cabi Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar mengubah tanaman enceng gondok menjadi barang kerajinan bernilai jual tinggi.

Warga Desa Cabi Sulap Enceng Gondok Jadi Sendal dan Aneka Hiasan
banjarmasinpost.co.id/hasby
Timbangan bayi berbentuk pesawat hasil inovasi warga Desa Cabi. 

TRIBUNKALTENG.COM, MARTAPURA - Warga Desa Cabi Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar mengubah tanaman enceng gondok yang selama ini hanya tanaman gulma tak berguna menjadi produk barang kerajinan bernilai jual tinggi.

Berkat inovasi warganya itu, Desa Cabi pun dinobatkan menjadi Desa Inovatif se Kalsel tahun 2017 dan kembali menyabet gelar tersebut di 2018. Mereka tak hanya mengolah enceng gondok menjadi produk kerajinan yang indah tetapi juga membuat pabrik batako, budidaya lebah madu hingga inovasi membuat timbangan anak balita berbentuk pesawat tempur.

Pambakal atau Kepala Desa Cabi, Pahrul Hidayat mengatakan, Desa Cabi tidaklah kaya akan sumber daya alam seperti tempat lain. Namun keinginan warganya untuk maju sangatlah tinggi, sehingga tidak susah baginya untuk mengajak mereka berkreasi dengan memanfaatkan alam sekitar.

Baca: Link Live Streaming MNC TV Timnas U-16 Indonesia vs India di Piala AFC 2018 Malam Ini Jam 19.00 WIB

Baca: Pengalaman Mistis Ruben Onsu, Didatangi Makhluk Hitam Besar Hingga Nyaris Serang Sang Anak

Baca: OTT Pejabat Eselon III di Kapuas, Berikut Kronologisnya

Bermodalkan dana desa, mereka mulai mencoba memanfaatkan eceng gondok yang ada di wilayah mereka untuk dijadikan berbagai kerajinan.

“Kami minta bimbingan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, bagaimana membuat sendal dan kerajinan lain seperti tempat tisu dari eceng gondok. Alhamdulillah, bisa dan ternyata laku dijual,” katanya, Kamis (26/9).

Selain itu bersama warganya, juga mengembangkan ternak lebah madu khususnya madu kelulut. Pahrul menyadari bahwa di desanya banyak warga yang memiliki kebun karet dan sangat potensial untuk dikembangkan menjadi budidaya lebah madu.

Saat ini, warga selain mendapatkan penghasilan dari kebun karet, mereka juga ada penghasilan tambahan dari menjual madu kelulut. Bukan hanya itu, bersama dengan pengurus Bumdes setempat membangun pabrik batako yang pembelinya juga merupakan warga setempat.

“Jadi warga di sini diminta untuk membeli batu bata hasil produk sendiri, sehingga bisa menikmati hasilnya secara bersama,” imbuhnya diiyakan Camat Simpang Empat, Abdul Hamid.

Pada bidang kesehatan, Pahrul dan warga Desa Cabi juga membuat terobosan untuk meningkatkan cakupan anak dan balita yang ditimbang.

Melihat banyaknya anak balita yang menangis dan menolak jika ditimbang di Posyandu, akhirnya membuat timbangan berbentuk pesawat terbang atau jet tempur dari ban bekas.

Baca: Kisah Soeharto Sebelum Wafat, Pesan Terakhirnya Minta Jangan Dendam

Baca: Rekonstruksi Pembunuhan Pasutri di Balikpapan, Warga Berjejal Kepung Pelaku

“Dulu di Posyandu anak-anak menangis kalau mau ditimbang menggunakan timbangan kain. Tapi sekarang, setelah timbangannya kami desain berbentuk pesawat terbang, mereka malah berebut untuk naik,” ujar Pahrul.

Masih banyak lagi upaya warga Desa Cabi untuk memajukan desanya, seperti membuat tempat baca layak anak yang dulunya tempat pembuangan sampah. Kemudian membangun rumah layak huni bagi warganya yang tidak mampu bahkan membangun sarana olahraga.

Tenaga Ahli Inovasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Pamugi menjelaskan, setiap desa memang dituntut untuk berinovasi sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.

Dia sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh warga Desa Cabi yang banyak sekali membuat terobosan-terobosan bermanfaat serta mampu meningkatkan perekonomian warga desa.

“Inilah yang kami harapkan yakni penggunaan dana desa yang memiliki imbas atau efek domino. Tidak saja dihabiskan untuk membangun inprastruktur, namun juga memiliki manfaat bagi sektor lain seperti meningkatnya pendapatan atau ekonomi desa,” jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help