Sengketa Lahan di Kalteng

Kapolres di Kalteng Mulai Lakukan Pendataan Lahan Sengketa

Dikatakan, lahan yang tumpang tindih tersebut ada yang mengaitkan antara pihak perusahaan dengan warga, antara SKT dengan SKT

Kapolres di Kalteng Mulai Lakukan Pendataan Lahan Sengketa
tribunkalteng.com/faturahman
Para Kapolres dan Kepala BPN se Kalteng, Selasa (18/ 9/2018) bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Anang Revandoko dan Kepala BPN Kalteng, Pelopor saat melakukan Mou pemberantasan mafia tanah di Palangkaraya 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh Polda Kalteng dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalimantan Tengah untuk mengungkap mafia Lahan mulai dilakukan sejumlah Kapolres.

Beberapa Kapolres yang telah melakukan kerjasama dengan BPN kabupaten dan Kota se Kalteng, Jumat (21/9 2018) mulai melakukan inventarisasi lahan-lahan yang menjadi sengketa di wilayahnya masing- masing.

Inventarisasi dilakukan sebagai bentuk mengungkap adanya mafia lahan yang selama ini bermain dalam menguasai lahan yang ada di Kalteng dengan menyalahgunakan jabatan dan berkonspirasi dengan beberapa pihak.

Baca: Gandeng Polisi, BPN Kalteng Turun Lapangan Selesaikan Tumpang Tindih Lahan

Baca: Arsenal di Puncak Klasemen Grup E Liga Europa Usai Bantai Vorskla dengan Skor 4-2

Baca: Sevilla Menang Telak, Chelsea dan AC Milan Tipis, Berikut Hasil Lengkap Liga Europa

Kapolres Pulangpisau, AKBP Dedy Sumarsono, mengatakan, pihaknya masih melakukan inventarisasi terkait konflik lahan di tempatnya.

"Kami mulai melakukan inventarisasi lahan yang tumpang tindih," ujarnya.

Dikatakan, lahan yang tumpang tindih tersebut ada yang mengaitkan antara pihak perusahaan dengan warga, antara SKT dengan SKT , maupun antara sertifikat dengan sertifikat.

"Semua akan kami inventarisir dulu, nanti akan kami runut hingga ke ujungnya dan akan dicari pokok permasalahannya," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Anang Revandoko, dan Kepala BPN Kalteng, Pelopor, mengatakan, pihaknya tidak akan mentolerir siapapun yang terlibat dalam mafia lahan tersebut.

"Semua akan kami proses, meskipun dia adalah pejabat dari intansi manapun, karena ini sudah disepakati dalam bentuk perjanjian kerjasama, sehingga kami akan bergerak untuk menelusurinya dan memberantas mafia lahan" ujar Kapolda. (tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help